27 Mei 2023

Pedoman & Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2023

Pedoman & Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2023

Pedoman dan susunan upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2023. Baik bagi madrasah dan sekolah (lembaga pendidikan) maupun instansi lainnya, yang akan mengadakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2023.


Badan Pembinaan Ideologi Pancasila maupun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan teknologi pun telah menerbitkan pedoman penyelenggaraan upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023.


Selain memuat sejumlah ketentuan terkait penyelenggaraan upacara, pada pedoman tersebut juga memuat susunan acara upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.


Adalah Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Pedoman Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 dan Surat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 15722/A/TU.02.03/2023 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2023. Kedua surat dapat diunduh di bagian akhir artikel ini.


Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2023

Baca: Tema dan Logo Hari Lahir Pancasila 2023


Mengutip Ayo Madrasah, Hari Lahir Pancasila, diperingati pada 1 Juni, merupakan salah satu hari peringatan nasional, sekaligus hari libur nasional. Tanggal tersebut merujuk pada pidato yang dilakukan Ir. Soekarno tentang konsep awal Pancasila, pada 1 Juni 1945 dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan).


1 Juni kemudian ditetapkan secara resmi sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.


Tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 adalah “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global” dengan tagline “Aktualisasi Pancasila, Energi Pertumbuhan Indonesia”.


Baca: Spanduk, Banner, dan Backdrop Hari Lahir Pancasila 2023


Waktu Pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila


Sebagaimana tertuang dalam surat edaran Kepala BPIP, BPIP bersama Sekretariat Presiden, Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyelenggarakan  upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 terpusat pada Kamis, 1 Juni 2023 di Lapangan Monumen Nasional, Medan Merdeka, Jakarta. Upacara ini akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB.


Pada upacara ini akan dihadiri Presiden, Wakil Presiden, pimpinan lembaga negara, pimpinan kementerian/lembaga, pimpinan Tentara Nasional Indonesia, pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, pimpinan Bank Indonesia, pimpinan pemerintahan daerah provinsi DKI Jakarta, pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), para tokoh, dan tamu undangan.


Selain upacara terpusat di Lapangan Monumen Nasional, upacar juga digelar oleh pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, dan kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri: Upacara bendera juga digelar di seluruh satuan pendidikan formal untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan.


Baca: Kumpulan Twibbon Hari Lahir Pancasila 2023


Upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar selain di Lapangan Monumen Nasional dilaksanakan paling lambat pukul 07.00 WIB dan harus sudah selesai sebelum waktu pelaksanaan upacara terpusat yang diadakan di Lapangan Monumen Nasional.


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sebagai dalam suratnya,  akan melaksanakan upacara bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 pada hari Kamis, 1 Juni 2023 pukul 07.00 WIB bertempat di halaman kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.


Terkait pakaian saat upacara yang dilaksanakan di luar Lapangan Monumen Nasional, Kepala BPIP melalui surat edarannya tertulis, bahwa menggunakan pakaian yang ditetapkan oleh pimpinan institusi, lembaga, atau satuan pendidikan masing-masing. 


Baca: Susunan Acara dan Doa Upacara Hari Pahlawan


Susunan Acara Upacara Hari Lahir Pancasila


Adapun susunan acara Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila, merujuk pada Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 1 Tahun 2023, adalah sebagai berikut:

  1. Persiapan upacara
  2. Pasukan upacara Perwira Upacara memasuki tempat upacara
  3. Komandan Upacara memasuki tempat upacara
  4. Laporan
  5. Inspektur Upacara memasuki tempat upacara
  6. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
  7. Pengibaran Bendera Merah Putih
  8. Mengheningkan Cipta
  9. Pembacaan teks Pancasila
  10. Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  11. Amanat Inspektur Upacara
  12. Pembacaan doa
  13. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
  14. Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
  15. Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara
  16. Komandan Upacara membubarkan pasukan
  17. Upacara selesai


Sedang jika berdasar surat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 15722/A/TU.02.03/2023, susunan acara dalam Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2023, meliputi:

  1. Persiapan upacara
  2. Pemimpin upacara memasuki tempat upacara
  3. Pembina upacara memasuki tempat upacara
  4. Laporan pemimpin upacara
  5. Pengibaran Bendera Merah Putih
  6. Mengheningkan Cipta
  7. Pembacaan teks Pancasila
  8. Pembacaan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  9. Amanat pembina upacara
  10. Pembacaan doa
  11. Laporan pemimpin upacara
  12. Pembina upacara meninggalkan tempat upacara
  13. Upacara selesai


Kedua susunan upacara tersebut tidak terlalu berbeda. Hanya saja terdapat beberapa perbedaan dalam penyebutan petugas-petugasnya. Pun dengan ditiadakannya Perwira Upacara dalam susunan terbitan Kemendikbudristek.


Untuk lebih jelasnya, bagi madrasah maupun institusi lainnya yang akan menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila untuk dapat membaca dan mengunduh kedua pedoman upacara tersebut melalui tombol download di bawah.

Baca:

  • Teks Doa Upacara Hari Lahir Pancasila 2023
  • Amanat Pembina Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2023


Bagi madrasah, sekolah, maupun lembaga dan institusi lainnya sila menyelenggarakan upacara sesuai dengan pedoman dan susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2023 sebagaimana telah diatur melalui surat yang diterbitkan oleh BPIP dan Kemendikbudristek tersebut.

26 Apr 2023

Pedoman Susunan Acara Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional 2023

Pedoman Susunan Acara Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional 2023

Pedoman, ketentuan, dan susunan acara upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023. Pedoman dan susunan acara ini didasarkan pada Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023, keluaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.


Upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 diselenggarakan pada tanggal 2 Mei, tepat pada puncak peringatan Hardiknas. Pelaksanaannya secara luring (tatap muka) di kantor Kemendikbudristek pusat maupun satuan kerja daerah, kantor Kementerian Agama pusat maupun satuan kerja daerah, kantor pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi dan kabupaten/kota, dan kampus Perguruan Tinggi negeri atau swasta se-Indonesia.


Upacara juga digelar oleh satuan pendidikan, termasuk madrasah, di seluruh Indonesia, kantor perwakilan Indonesia di luar negeri serta satuan pendidikan di luar negeri.


Susunan Acara Upacara Hardiknas

Baca: Download Logo dan Tema Hari Pendidikan Nasional 2023 (Png, Cdr, Ai, Psd)


Waktu pelaksanaannya, sebagaimana Ayo Madrasah kutip dari Pedoman Upacara Hardiknas 2023, diselenggarakan pada hari Selasa, 2 Mei 2023 mulai pukul 08.00 waktu setempat.


Pedoman berikutnya adalah terkait pakaian undangan, peserta, dan petugas upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023.


Peserta upacara baik pejabat, undangan, maupun barisan upacara (pegawai, pendidik, siswa, dan mahasiswa) mengenakan pakaian adat tradisional sesuai dengan norma kepantasan. Sedang bagi petugas upacara mengenakan pakaian sesuai dengan ketentuan.


Baca: Susunan Acara dan Doa Upacara Hari Pahlawan


Susunan Upacara Bendera


Upacara bendera Hardiknas diselenggarakan dengan petugas upacara yang meliputi pembawa acara, pemimpin upacara, petugas pengibar bendera, dan petugas pembaca Pembukaan UUD 1945. Juga pembaca doa, pembaca Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya (jika ada), dirigen, dan tentunya pembina upacara.


Masih berdasar Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023, sebagaimana Ayo Madrasah dapatkan, susunan acara upacara bendera dalam rangka Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 adalah sebagai berikut.

  1. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara
  2. Pembina upacara tiba di tempat upacara
  3. Penghormatan kepada pembina upacara
  4. Laporan pemimpin upacara
  5. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh korsik/paduan suara
  6. Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara
  7. Pembacaan naskah Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara
  8. Pembacaan naskah Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945
  9. Pembacaan Keputusan Presiden RI tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dan pemberian piagam kepada penerima Satyalancana Karya Satya (jika ada)
  10. Amanat pembina upacara (Pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
  11. Pembacaan doa
  12. Laporan pemimpin upacara
  13. Penghormatan kepada pembina upacara
  14. Pembina upacara meninggalkan mimbar upacara
  15. Upacara selesai, barisan dibubarkan


Khusus sebelum pembacaan doa, diharapkan agar petugas pembaca doa menjelaskan bahwa doa upacara dibacakan secara agama Islam. Dan mempersilakan kepada peserta upacara yang tidak beragama Islam untuk berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Baca:

Pedoman Pelaksanaan Upacara Hardiknas Tahun 2023 beserta dengan Susunan Acara Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional dapat juga diunduh melalui tombol download di bawah ini.


Artikel tentang pedoman dan susunan acara upacara bendera Hardiknas Tahun 2023 ini semoga bisa menjadi pedoman bagi semua pihak, termasuk bagi sekolah dan madrasah yang akan menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023.

3 Jan 2021

Sambutan Menteri Agama Upacara HAB Kemenag Ke-75 Tahun 2021

Sambutan Menteri Agama Upacara HAB Kemenag Ke-75 Tahun 2021

Sambutan Menteri Agama pada Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama (HAB Kemenag) ke-75 Tahun 2021. Meski puncak acara peringatan HAB Kemenag diperingati pada 3 Januari 2021, namun untuk pelaksanaan upacara bendera akan digelar pada 5 Januari 2021. Dan salah satu perangkat upacara peringatan ini adalah Sambutan Menteri Agama pada Upacara Peringatan HAB Kemenag ke-75 Tahun 2021.


Sesuai Surat Edaran Nomor 69 tahun 2020 Tentang Hari Amal Bakti (HAB) Ke-75 Kementerian Agama RI Tahun 2021, salah satu bentuk kegiatan untuk memperingati hari perayaan insan Kementerian Agama ini adalah Upacara Hari Amal Bakti. Upacara akan diselenggarakan pada hari Selasa, 5 Januari 2021 mulai pukul 07.30, serentak di seluruh satker Kemenag se Indonesia.


Ini meralat Surat Edaran sebelumnya yang mana Upacara HAB akan dilaksanakan pada 3 Januari 2021.


Baca Juga: Bingkai Profil Dirgahayu HAB ke-75 Kemenag 2021


Sambutan Upacara HAB Kemenag 2021

Untuk kesiapan pelaksanaan Upacara HAB Kemenag, Kementerian Agama pun telah merilis teks Sambutan Menteri Agama pada Upacara HAB ke-75 Kemenag Tahun 2021. Selain itu telah dirilis juga teks Doa Upacara HAB ke-75 Kemenag Tahun 2021.


Baca Juga: Tema dan Logo HAB Kemenag ke-75 Tahun 2021


Teks Sambutan Menag pada Upacara HAB ke-75 Kemenag


Berikut adalah sambutan Menteri Agama dalam Upacara HAB ke-75 Kementerian Agama sebagaimana telah diunggah di laman kemenag.go.id.


SAMBUTAN MENTERI AGAMA RI
PADA UPACARA HARI AMAL BAKTI (HAB) KE-75
KEMENTERIAN AGAMA
TAHUN 2021


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat pagi,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Syalom, Oom Swastiastu, Namo Buddhaya,

Wei Tek Tung Tien, Salam Kebajikan


Para Pegawai Kementerian Agama;

Seluruh peserta upacara yang saya hormati,


Syukur alhamdulillah, teriring rasa syukur atas limpahan karunia Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pagi ini kita dapat melaksanakan Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kementerian Agama Republik Indonesia.


Kementerian Agama secara resmi berdiri pada tanggal 3 Januari 1946. Sejak dibentuk melalui usulan sejumlah tokoh ulama dalam sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), Kementerian Agama yang pertama kali dipimpin oleh Menteri Agama Haji Mohammad Rasjidi telah melintasi sejarahnya yang panjang.


Selayaknya kita berterima kasih dan mendoakan semoga amal bakti para perintis, pendiri dan pembangun Kementerian Agama mendapat ridla dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dan kita semua diberi kekuatan dalam melanjutkan cita-cita mereka untuk kepentingan bangsa, negara dan agama.


Di usia 75 tahun Kementerian Agama, mari kita memaknai segala prestasi yang telah dicapai dan menempatkannya sebagai momentum untuk menebalkan niat dan motivasi dalam mencapai yang lebih baik lagi di masa mendatang. Kementerian Agama memberikan anugerah penghargaan dan apresiasi kepada seluruh elemen umat beragama tanpa membedakan satu sama lain, atas dukungan, sinergi dan kebersamaannya mengawal tugas-tugas Kementerian Agama.


Saudara-saudara yang berbahagia,


Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini mengusung tema "Indonesia Rukun". Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju. Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia. 


Pengembangan toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan karya bersama para Tokoh Agama, para Menteri Agama dan aparatur Kementerian Agama dari masa ke masa. Tanpa toleransi, tidak ada kerukunan. Toleransi dan kerukunan antarumat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama. Pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada hakhaknya sendiri. Dewasa ini, kita mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita.


Di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, di mana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain.


Pancasila adalah ideologi pemersatu yang merangkum nilai-nilai keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama. Sila pertama dan utama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, meneguhkan identitas nasional sebagai bangsa yang beragama dan bermoral. Komitmen religius dan moralitas menjadi barometer apakah suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang besar atau tidak. Sejalan dengan itu, tugas dan tanggungjawab sejarah bagi seluruh bangsa Indonesia adalah mengisi negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa ini sejalan dengan asas demokrasi dan kedaulatan rakyat. Bangsa Indonesia, dari generasi ke generasi harus bisa menjaga komitmen nasional tentang landasan bernegara di tengah dahsyatnya percaturan global di bidang geopolitik, ekonomi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain.


Saudara-saudara yang berbahagia,


Dalam kesempatan ini, saya ingin mengingatkan tentang semangat Kementerian Agama baru dan semangat baru dalam mengelola Kementerian Agama.


Semangat Kementerian Agama baru itu dapat diterjemahkan dengan beberapa kata kunci.


Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan.


Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.


Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.


Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kita semua mari mengedepankan akal sehat dan hikmah/kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang.


Saudara-saudara sekalian,


Demikian amanat saya dalam memperingati hari yang bersejarah ini.

Dirgahayu 75 Tahun Kementerian Agama.

Semoga pandemi Covid-19 sebagai ujian berat bagi bangsa kita dan kemanusiaan, segera berlalu dengan takdir dan pertolongan Allah.

Mari jadikan agama sebagai inspirasi pembangunan bangsa dan negara.

Dan mari kita senantiasa berdoa semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, melimpahkan rahmat, taufiq dan ampunan-Nya kepada kita semua. Aamiin

Sekian dan terima kasih.


Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb.


Jakarta, 3 Januari 2021

Menteri Agama RI

Yaqut Cholil Qoumas


Baca Juga: Desain Spanduk HAB Kemenag ke-75 Tahun 2021


Teks Sambutan Menteri Agama pada Upacara Peringatan HAB ke-75 Kementerian Agama Tahun 2021 ini dapat diunduh dalam bentuk file berformat PDF dengan cara mengklik tomboh download di bawah.

29 Mei 2019

Sambutan Peringatan Hari Lahir Pancasila 2019

Sambutan Peringatan Hari Lahir Pancasila 2019

Melengkapi seri artikel tentang Hari Lahir Pancasila, Ayo Madrasah mempublikasi ulang sambutan Kepala BPIP pada Peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2019. Teks pidato yang dibuat oleh Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI, badan resmi yang mengordinir peringatan Hari lahir Pancasila ini merupakan sambutan resmi peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2019. Teks sambutan ini dapat dibacakan saat pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila.

Hari Lahir Pancasila merupakan salah satu hari libur nasional yang diperingati setiap tanggal 1Juni. Peringatan yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 ini didasarkan pada momentum sejarah dimana para pendiri bangsa melalui BPUPK dan PPKI merumuskan dasar negara Indonesia.

Pada peringatan di tahun 2019 ini, Hari Lahir Pancasila mengambil tema sentral, "Kita Indonesia, Kita Pancasila". Baca artikel: Logo dan Tema Hari Lahir Pancasila 2019.

Sambutan Hari Lahir Pancasila

BPIP menyerukan semua lembaga wajib menyelenggarakan upacara bendera. Dan bagi ASN diwajibkan untuk mengikuti upacara tersebut. Meskipun pada tanggal 1 Juni 2019 tersebut dalam suasana menjelang cuti bersama Hari Raya Idul Fitri. Imbauan ini pun telah ditindaklanjuti oleh berbagai lembaga termasuk oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Baca artikel: Pedoman Upacara Hari Lahir Pancasila 2019

Teks sambutan peringatan Hari Lahir Pancasila ini Ayo Madrasah bagikan ulang dari situs resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di www.bpip.go.id. Oleh karena itu, bagi lembaga yang akan menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila sila untuk mengunduh dan menggukan teks pidato Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI ini.

Sebagaimana Ayo Madrasah kutip dari penutup teks sambutan Hari Lahir Pancasila Tahun 2019 tersebut, Melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, Kita Pancasila.

Untuk mengunduh teks sambutan Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI pada Peringatan Hari Lahir Pancasila sila klik tautan berikut: UNDUH FILE.

Demikian teks sambutan peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2019 yang mengambil tema Kita Indonesia, Kita Pancasila.

23 Nov 2018

Pedoman, Amanat Pembina, dan Doa Upacara Hari Guru 2018

Pedoman, Amanat Pembina, dan Doa Upacara Hari Guru 2018

Puncak Hari Guru Nasional, 25 November 2018, dirayakan dengan berbagai acara, salah satunya adalah Upacara Peringatan Hari Guru Nasional. Yang mana dalam pelaksanaannya telah diterbitkan Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Dalam Rangka Peringatan Hari Guru Nasional 2018. Dalam artikel ini dilengkapi juga dengan susunan acara dan Amanat Pembina Upacara berupa Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta doa Upacara Bendera Hari Guru Nasional.

Sesuai dengan pedoman pelaksanaan yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018 dilaksanakan pada hari Senin, 26 November 2018. Upacara diselenggarakan di tingkat pusat (Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama), kantor Kedutaan atau perwakilan RI di luar negeri, kantor pemerintahan daerah (provinsi dan kabupaten/kota), UPT Kemdikbud, dan di sekolah atau madrasah.

Dalam melaksanakan upacara tersebut tentu dibutuhkan susunan acara upacara, teks amanat pembina upacara, dan teks doa upacara peringatan Hari Guru Nasional. Susunan acara upacara Hari Guru Nasional 2018 mengacu pada pedoman pelaksanaan yang telah ditetapkan. Amanat pembina upacara berupa pembacaan pidato atau sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Upacara Hari Guru 2018

1. Susunan Acara Upacara Hari Guru Nasional 2018


Susunan acara upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018 berpedoman pada pedoman pelaksanaan yang telah disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk pelaksanaan di tingkat madrasah atau sekolah dapat disesuaikan dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah.

Adapun susunan acara upacara tersebut, secara garis besar adalah sebagai berikut:

  • Pembina Upacara memasuki lapangan upacara
  • Penghormatan kepada pembina upacara dipimpin oleh pemimpin upacara
  • Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara
  • Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya
  • Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara
  • Pembacaan Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara
  • Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  • Pemberian Penghargaan-penghargaan (jika ada)
  • Menyanyikan lagu "Hymne Guru"
  • Amanat pembina upacara (membacakan Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Menyanyikan lagu "Terima Kasih Guruku"
  • Pembacaan doa
  • Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara
  • Penghormatan kepada pembina upacara dipimpin oleh pemimpin upacara
  • Pembina upacara meninggalkan tempat upacara
  • Upacara selesai, barisan dibubarkan
Untuk menyimak susunan acara upacara dan ketentuan-ketentuan lainnya terkait dengan upacara peringatan Hari Guru 2018 silakan baca Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Dalam Rangka Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018. Link download terdapat di akhir artikel.

2. Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan


Amanat pembina upacara dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional tahun 2018 adalah dengan membacakan Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Pada Upacara Hari Guru Nasional.

Sambutan atau pidato resmi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut dapat diunduh di situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau melalui mirror download yang disediakan oleh Ayo Madrasah di akhir artikel ini.

Baca Juga:


3. Doa Upacara Hari Guru Nasional 2018


Hingga artikel ini diterbitkan, Ayo Madrasah belum mendapatkan pedoman resmi tentang doa dalam upacara Hari Guru Nasional 2018. Baik doa yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun oleh Kementerian Agama.

Namun Ayo Madrasah memberikan contoh doa upacara Hari Guru Nasional 2018. Meski bukan doa resmi yang dikeluarkan oleh kementerian terkait namun sebagai tetap dapat dijadikan contoh, tentu dengan perbaikan di sana-sini menyesuaikan kondisi masing-masing.

4. Unduh Pedoman, Sambutan Menteri, dan Doa Upacara Hari Guru


Pedoman pelaksanaan upacara bendera hari Guru dan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada upacara peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018 dapat diunduh langsung di situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Untuk mempermudah, Ayo Madrasah menyediakan mirror download yang berisikan Pedoman pelaksanaan upacara bendera, sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (amanat pembina upacara), dilengkapi dengan teks doa Hari Guru Nasional 2018.

Untuk mengunduhnya, silakan klik TAUTAN INI.

Itulah pedoman, amanat pembina, dan doa upacara bendera Hari Guru Nasional 2018 yang semoga bermanfaat bagi madrasah dan sekolah serta instansi lainnya dalam menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2018.

1 Nov 2018

Susunan Acara dan Doa Upacara Hari Pahlawan

Susunan Acara dan Doa Upacara Hari Pahlawan

Menyambut peringatan Hari Pahlawan ke-73 tanggal 10 November 2018, Ayo Madrasah menyusun panduan Upacara Peringatan Hari Pahlawan. Panduan ini berisikan susunan acara upacara Hari Pahlawan, teks doa upacara Hari Pahlawan, dan contoh pesan-pesan perjuangan atau kata mutiara dari para pahlawan nasional yang dapat dibacakan saat upacara bendera Hari Pahlawan berlangsung.

Susunan acara, doa, dan pesan pahlawan ini didasarkan pada pedoman peringatan Hari Pahlawan ke-73 Tahun 2018 yang disusun panitia peringatan Hari Pahlawan tingkat nasional. Khusus untuk susunan acara upacara bendera Hari Pahlawan, sedikit dilakukan perubahan menyesuaikan dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah. (Baca artikel: Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera di Sekolah).

Sehingga susunan acara, doa, dan pesan-pesan pahlawan ini dapat digunakan oleh madrasah dan sekolah untuk menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di tempat masing-masing. Pun bagi instansi pemerintah lainnya.

Susunan Acara dan Doa Upacara Hari Pahlawan

Susunan acara upacara bendera dalam memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November 2018 adalah sebagai berikut.

SUSUNAN UPACARA HARI PAHLAWAN KE-73 TANGGAL 10 NOVEMBER 2018


  1. Pemimpin barisan menyiapkan pasukannya.
  2. Pemimpin Upacara memasuki lapangan upacara.
  3. Penghormatan kepada Pemimpin Upacara dipimpin oleh Pemimpin Barisan yang paling kanan
  4. Laporan Pemimpin Barisan kepada pemimpin Upacara
  5. Pembina Upacara memasuki lapangan upacara
  6. Penghormatan umum kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Pemimpin Upacara.
  7. Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara bahwa upacara siap dimulai
  8. Pengibaran bendera Merah Putih, diiringi Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.
  9. Mengheningkan cipta, dipimpin oleh Pembina Upacara.
  10. Pembacaan teks Pancasila oleh Pembina Upacara dan ditirukan oleh semua peserta upacara
  11. Pembacaan teks Pembukaan UUD 1945.
  12. Pembacaan pesan-pesan Pahlawan/kata-kata mutiara (ditentukan panitia).
  13. Amanat Pembina Upacara.
  14. Pembacaan Do’a.
  15. Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara.
  16. Penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
  17. Pembina Upacara meninggalkan lapangan upacara
  18. Upacara selesai. Pasukan dibubarkan


Jika karena satu dan lain hal upacara tidak dapat dilaksanakan di lapangan terbuka dapat dilakukan upacara di dalam ruangan. Pengibaran bendera merah putih di dalam ruangan diganti dengan bendera merah putih yang sudah dipasang pada tiang. Sedang pokok-pokok upacara lainnya tetap dilaksanakan dengan penyesuaian seperlunya.

Teks susunan acara upacara bendera Hari Pahlawan dapat diunduh di akhir artikel.

Selain teks susunan acara upacara, juga disertakan teks doa upacara Hari Pahlawan menurut agama islam dan kumpulan pesan-pesan perjuangan dan kata mutiara dari para pahlawan Indonesia. Sedikitnya ada 17 pahlawan nasional yang dikutip pesannya. Pesan-pesan tersebut tidak seluruhnya harus dibaca namun dapat dipilih sesuai kondisi masing-masing.

Untuk menggunakannya silakan unduh susunan acara, doa, dan pesan-pesan pahlawan dalam upacara Hari Pahlawan dengan mengklik TAUTAN INI.

Demikianlah susunan acara, doa, dan pesan pahlawan untuk upacara Hari Pahlawan. Silakan digunakan dalam menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Tahun 2018 di madrasah masing-masing.

27 Agu 2018

Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera di Sekolah

Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera di Sekolah

Pedoman pelaksanaan upacara bendera di sekolah atau madrasah. Tata cara penyelenggaraan upacara bendera di sekolah dan madrasah telah memiliki aturan baku yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Aturan terbaru yang mengaturnya adalah Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah.

Upacara bendera atau upacara penaikan bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia dilaksanakan untuk penanaman sikap disiplin, kerjasama, rasa percaya diri, dan tanggung jawab. Di samping itu upacara bendera pun menjadi sarana untuk menumbuhkembangkan sikap dan kesadaran berbangsa dan bernegara serta cinta tanah air di kalangan peserta didik.

Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera

1. Ragam Jenis Upacara Bendera di Sekolah


Berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah, upacara bendera di sekolah setidaknya terdiri atas:

  • Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus
  • Upacara Hari Senin
  • Upacara Hari Besar Nasional, yang meliputi:
    • Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei
    • Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei
    • Hari Lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni
    • Hari Pahlawan pada tanggal 10 November
Pihak madrasah atau sekolah, dengan pertimbangan tertentu, dapat menambahkan hari-hari besar nasional lainnya.

2. Pejabat dan Petugas Upacara Bendera di Sekolah


Unsur pelaksana upacara bendera di sekolah (madrasah) terdiri atas pejabat upacara, petugas upacara, dan peserta upacara.

Pejabat upacara bendera di sekolah terdiri atas:

  1. Pembina Upacara yang berasal kepala madrasah, wakil kepala madrasah, atau guru
  2. Pemimpin Upacara
  3. Pengatur Upacara
  4. Pemandu Upacara (Pembawa Acara)

Petugas Upacara bendera di sekolah terdiri atas:
  1. Pembawa Naskah Pancasila
  2. Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945
  3. Pembaca Teks Janji Siswa
  4. Pembaca Doa
  5. Pemimpin Lagu (Dirigen)
  6. Kelompok Pengibar Bendera
  7. Kelompok Paduan Suara

Sedang peserta upacara meliputi kepala sekolah (madrasah), wakil kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan. peserta didik (siswa), dan tamu undangan.


Baca Juga:



3. Susunan Acara Upacara Bendera di Sekolah


Susunan acara pada upacara bendera di madrasah atau sekolah secara garis besar terdiri atas acara persiapan, acara pokok, dan acara penutupan.

Adapun acaranya disusun sebagaimana berikut:

SUSUNAN ACARA
UPACARA PENGIBARAN BENDERA HARI SENIN
DI MI AYO MADRASAH INDONESIA

Upacara pengibaran bendera Merah Putih, Senin tanggal .... bulan .... tahun .... MI Ayo Madrasah Kab. Pati, segera dimulai

  1. Masing-masing Pemimpin Barisan menyiapkan pasukannya;
  2. Pemimpin Upacara memasuki lapangan upacara;
  3. Penghormatan peserta upacara kepada Pemimpin Upacara dipimpin oleh Pemimpin Barisan yang paling kanan;
  4. Laporan pemimpin barisan kepada Pemimpin Upacara;
  5. Pembina Upacara memasuki lapangan upacara;
  6. Penghormatan peserta upacara kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Pemimpin Upacara;
  7. Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara bahwa upacara siap dimulai;
  8. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya, penghormatan dipimpin oleh Pemimpin Upacara;
  9. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Pembina Upacara;
  10. Pembacaan teks Pancasila oleh Pembina Upacara dan ditirukan oleh peserta upacara;
  11. Pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 oleh petugas;
  12. Pembacaan teks janji siswa oleh dan ditirukan oleh seluruh siswa;
  13. Amanat Pembina Upacara, pasukan diistirahatkan;
  14. Menyanyikan lagu-lagu nasional (bisa ditiadakan);
  15. Pembacaan doa oleh Petugas Upacara;
  16. Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara bahwa upacara telah selesai dilaksanakan;
  17. Penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Pemimpin Upacara;
  18. Pembina Upacara meninggalkan lapangan upacara;
  19. Pengumuman-pengumuman (bisa ditiadakan)
  20. Upacara selesai, pasukan dibubarkan.


4. Unduh Permendikbud No. 22 Tahun 2018


Sebagai pedoman dalam menyelenggarakan upacara bendera di madrasah, silakan unduh peraturan terbaru terkait dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah.

Peraturan tersebut adalah Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah.  Selain beberapa hal terkait jenis, pejabat dan petugas, dan susunan acara upacara bendera sebagai diuraikan di atas diatur juga berbagai hal lain, termasuk tugas masing-masing pejabat dan petugas upacara, peralatan dan sarana upacara, tata pakaian upacara bendera, dan hal-hal lainnya.

Sila unduh Permendikbud tersebut dengan MENGKLIK DI SINI.

Demikianlah pedoman pelaksanaan upacar bendera di sekolah atau madrasah. Semoga bisa menjadi pedoman dalam menyelenggarakan upacara bendera di madrasah masing-masing. 

19 Okt 2016

Susunan Acara Upacara dan Sambutan Pembina Hari Santri Nasional

Susunan Acara Upacara dan Sambutan Pembina Hari Santri Nasional

Susunan acara upacara bendera Peringatan Hari Santri Nasional beserta dengan teks Resolusi Jihad, Ikrar Santri, dan Sambutan Pembina Upacara. Perangkat-perangkat tersebut tentu akan sangat dibutuhkan ketika madrasah nantinya menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional pada Sabtu, 22 Oktober 2016 mendatang.

Madrasah tidak bisa dilepaskan dengan dunia santri. Karena itu dalam perayaan Hari Santri Nasional Tahun 2016, sudah sepantasnya madrasah-madrasah (meskipun di luar LP Ma'arif sekalipun) menggelar berbagai kegiatan untuk merayakan Hari Santri Nasional, termasuk salah satunya adalah Upacara Bendera.

Dalam pelaksanaan Upacara Bendera untuk memperingati Hari Santri Nasional 2016 tersebut, diantara perangkat dan peralatan yang diperlukan adalah Susunan Acara (Tata Acara Upacara), teks Ikrar Santri, dan Sambutan Pembina Upacara. Kesemuanya Ayo Madrasah persiapkan dan dapat diunduh secara gratis.

Selamat Hari Santri Nasional 2016

Hari Santri Nasional sendiri merupakan salah satu hari peringatan yang ditetapkan oleh Presiden Ir. Joko Widodo pada 2015 silam. Melalui Kepres Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Tahun 1945, tepat pada tanggal tersebut, KH. Hasyim Asyari (berdasar hasil musyawarah ulama NU) mengumumkan fatwa tentang Resolusi Jihad yang mewajibkan semua muslim untuk berjuang melawan penjajah.

Baca juga: Foto Profil FB-Twitter Sambut Hari Santri Nasional

1. Susunan Acara Upacara Hari Santri Nasional


Susunan acara Upacara Hari Santri Nasional adalah sebagai berikut (untuk file download, lihat link di bagian bawah):

TATA URUTAN UPACARA BENDERA
Dalam Rangka Hari Santri Nasional Tanggal 22 Oktober tahun 2016


  1. Masing-masing pemimpin barisan menyiapkan barisannya.  
  2. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara, peserta disiapkan.                     
  3. Penghormatan peserta upacara kepada pemimpin upara dipimpin oleh pemimpin barisan yang paling kanan.                                   
  4. Laporan setiap pemimpin barisan kepada pemimpin upacara.                                   
  5. Pembina upacara memasuki lapangan upacara.                                 
  6. Penghormatan peserta upacara kepada pembina upacara dipimpin oleh pemimpin upacara.   
  7. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara bahwa upacara bendera dalam rangka Hari Santri Nasional tgl 22 Oktober Tahun 2016 siap dimulai.   
  8. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya. 
  9. Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara.   
  10. Pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.     
  11. Pembacaan Ikrar Santri oleh petugas dan diikuti  seluruh peserta upacara
  12. Pembacaan teks Pancasila, ditirukan oleh seluruh peserta upacara.                                    
  13. Amanat pembina upacara, peserta upacara diistirahatkan. 
  14. Menyanyikan lagu Mars Syubbanul Wathan (Yaa Lal Wathan) /Lagu Hari Santri dan Syukur 
  15. Pembacaan doa
  16. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara bahwa upacara telah selesai dilaksanakan.
  17. Penghormatan kepada pembina upacara dipimpin oleh pemimpin upacara.               
  18. Pembina upacara meninggalkan lapangan upacara.  
  19. Pengumuman-pengumuman. 
  20. Upacara selesai, barisan dibubarkan oleh pemimpin upacara.


File Susunan Acara Upacara Hari Santri dapat diunduh melalui link yang terdapat di akhir artikel ini.

2. Teks Ikrar Siswa dan Sambutan Pembina Upacara


Selain pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan teks Pancasila, dalam upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional juga dilakukan pembacaan Ikrar Santri Indonesia.

Pun terkait sambutan pembina upacara dalam upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional.

Untuk mengunduh kedua file tersebut (Ikrar Santri Indonesia dan Sambutan Pembina Upacara) silakan lihat link di bagian bawah artikel ini.

3. Download Susunan Acara, Ikrar Santri, dan Sambutan Pembina Upacara


Tata acara upacara (Susunan Acara), teks Ikrar Santri Indonesia, dan sambutan pembina upacara dalam Upacara Bendera Hari Santri Nasional Tahun 2016 dapat diunduh dengan mengklik tautan berikut ini: KLIK DI SINI.

Demikianlah perangkat upacara yang meliputu Susunan Acara Upacara Bendera, Teks Ikrar Santri Indonesia, dan Sambutan Pembina Upacara dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2016. Semoga bermanfaat dan selamat Hari Santri 2016!