2 Nov 2021

Guru RA Tidak Jadi Ikut AKGTK 2021

Guru RA Tidak Jadi Ikut AKGTK 2021

Guru RA tidak jadi diikutkan sebagai peserta AKGTK Tahun 2021. Pembatalan guru Raudlatul Athfal sebagai salah satu sasaran dalam AKGTK disampaikan melalui surat Dirjen Pendis Nomor B-3868/DJ.I/Dt.I.II/HM.00/11/2021 tertanggal 2 November 2021, perihal Pembatalan Pelaksanaan Asesmen Guru dan Tenaga Kependidikan pada jenjang RA Tahun 2021.


Sebelumnya, sebagaimana dilansir Ayo Madrasah, berdasarkan surat Dirjen Pendis Kemenag Nomor B-3786.1/Dt.I.II/KS.02/10/2021 tertanggal 27 Oktober 2021, Guru Kelas RA menjadi salah satu mapel dalam AKGTK. Jadi Guru Kelas RA wajib mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) tahun ini. 


Namun akhirnya, keputusan itu direvisi, Guru dan Tendik RA tidak lagi menjadi sasaran dalam pelaksasaan AKG Tahun 2021.

Guru RA Batal Ikut AKGTK


Baca : Siapa yang Harus Ikut AKGTK 2021


Disebutkan dalam surat tersebut, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah membatalkan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) tahun 2021 bagi Guru, Kepala Madrasah dan Pengawas Madrasah se Indonesia pada jenjang RA.


Pembatalan AKGTK untuk jenjang Guru RA (Guru Kelas RA) didasarkan pada surat ketua PMU REP-MEQR (Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform), Nomor 1366/PMU.MEQR/AC/XI/2021, tertanggal 1 November 2021. 


Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Guru dan Tendik RA belum masuk dalam dokumen Loan Agreement, Project Appraisal Document (PAD) dan Project Operation Manual (POM). Sehingga jika tetap dipaksakan sebagai sasaran AKG dapat menjadi ineligible expenditure (pengeluaran-pengeluaran yang tidak sah untuk dibiayai dari dana pinjaman).


Baca : Cara Daftar AKGTK Kemenag di Simpatika


Surat pembatalan jenjang RA sebagai sasaran AKGTK dapat dibaca dan diunduh melalui tautan berikut ini.


Meski tahun 2021 ini guru RA tidak jadi ikut AKGTK, tidak perlu khawatir. Bisa jadi tahun depan, Guru dan Tendik RA dapat menjadi sasaran pelaksasaan AKG 2022.

Siapa yang Harus Ikut AKGTK 2021

Siapa yang Harus Ikut AKGTK 2021

Masih muncul pertanyaan pada sebagian besar GTK Kemenag, siapa saja yang harus mengikuti AKGTK Tahun 2021? Apakah saya termasuk yang wajib mengikuti AKGTK? Guru madrasah yang pernah ikut AKG Tahun 2020 apakah harus mengikuti AKGTK 2021 kembali?.


Tidak dipungkiri, itulah sederetan pertanyaan yang kerap berkecamuk di pikiran guru-guru kemenag saat ini. Terutama terkait dengan akan diselenggarakannya Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Tahun 2021 yang pelaksanaannya direncanakan pada 19-21 November ini.


Padahal jika merujuk pada surat Dirjen Pendis Kemenag Nomor B-3786.1/Dt.I.II/KS.02/10/2021 tertanggal 27 Oktober 2021, maka peserta yang harus mengikuti AKGTK sudah jelas. Siapa saja guru dan tenaga kependidikan yang harus mendaftar dan mengikuti AKGTK sudah tercantum secara jelas dalam surat tersebut.

Siapa yang Harus Ikut AKGTK 2021


Pada butir pertama surat Dirjen Pendis disebutkan bahwa, AKGTK wajib diikuti bagi yang belum tercatat mengikuti di tahun 2020 oleh seluruh kepala madrasah, pengawas madrasah, dan guru dengan mata pelajaran tertentu untuk jenjang RA, MI, MTs, dan MA. Daftar mata pelajaran AKGTK dalam poin ini kemudian dirincikan dalam lampiran surat.


Sehingga dari butir ini saja akan langsung jelas bahwa guru dan tenaga kependidikan yang harus mengikuti AKGTK meliputi Pengawas Madrasah dan Kepala Madrasah jenjang MI, MTs, dan MA. 


Kemudian Guru Kelas RA dan Guru Kelas MI. Selanjutnya adalah guru mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris jenjang MTs dan MA, termasuk Guru Bimbingan Konseling di MTs, MA/MAK.


Ditambah dengan guru mata pelajaran IPA (MTs), guru Fisika, Biologi, dan Ekonomi (MA).


Lebih singkat dam jelasnya perhatikan tabel berikut ini.

MATA PELAJARANJENJANG
Pengawas MadrasahSemua Jenjang
Kepala MadrasahMI, MTs, MA
Guru Kelas RARA
Guru Kelas MIMI
Guru MatematikaMTs, MA
Guru Bahasa IndonesiaMTs, MA
Guru Bahasa InggrisMTs, MA
Guru Bimbingan KonselingMTs, MA/MAK
Guru IPAMTs
Guru FisikaMA
Guru BiologiMA
Guru EkonomiMA


Kesemua GTK sebagaimana dalam tabel di atas pun dengan catatan "bagi yang belum tercatat mengikuti di tahun 2020". 


Jadi bagi Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, dan guru mata pelajaran yang pada tahun lalu, 2020, sudah mengikuti AKG, AKK, atau AKP, maka tidak perlu mengikuti AKGTK Tahun 2021 ini.


UPDATE: 

Berdasarkan surat Dirjen Pendis Nomor B-3868/DJ.I/Dt.I.II/HM.00/11/2021 tertanggal 2 November 2021, perihal Pembatalan Pelaksanaan Asesmen Guru dan Tenaga Kependidikan pada jenjang RA Tahun 2021 maka Guru Kelas RA tidak perlu mengikuti AKGTK Tahun 2021 ini.


Baca: Cara Daftar AKGTK Kemenag di Simpatika


Sekarang sudah terjawab siapa saja yang harus mengikuti AKGTK 2021. AKGTK 2021 diikuti oleh GTK tertentu yang pada pelaksanaan AKG tahun kemarin belum mengikutinya.

31 Okt 2021

Cara Daftar AKGTK Kemenag di Simpatika

Cara Daftar AKGTK Kemenag di Simpatika

Tahun 2021 ini Kemenag kembali akan melakukan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) bagi guru madrasah. Pendaftaran AKGTK sendiri mulai dibuka tanggal 1 hingga 15 November 2021. Lalu, bagaimana cara melakukan pendaftaran AKGTK 2021?


Untuk dapat mengikuti AKGTK, terlebih dahulu guru madrasah yang memenuhi kriteria harus melakukan pendaftaran. Pendaftarannya dilakukan melalui layanan Simpatika dengan menggunakan akun PTK masing-masing. Cara mendaftar AKGTK 2021 sebenarnya tidak sulit, karena hanya membutuhkan beberapa langkah saja.


Siapa saja yang harus mendaftar AKGTK? 

Cara Daftar AKGTK

Sesuai dengan Lampiran Surat Dirjen Pendis Nomor B-3786.1/Dt.I.II/KS.02/10/2021, guru yang harus mendaftar dan mengikuti AKGTK adalah Guru Kelas RA, Guru Kelas MI, Guru Mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, dan BK pada MTs. Juga guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, dan BK di MA. Selain itu adalah guru BK di MAK. Baca : Asesmen Kompetensi Guru & Tendik (AKGTK) Kemenag 2021


Selanjutnya adalah Kepala Madrasah baik jenjang MI, MTs, dan MA serta Pengawas Madrasah. Tentunya, belum pernah mengikuti AKG, AKK, ataupun AKP pada tahun 2020 silam.


Cara Mendaftar AKGTK di Simpatika


Bagi guru-guru sebagaiman disyaratkan di atas, dapat mengecek langsung apakah memenuhi persyaratan sebagai peserta AKTK atau tidak di layanan Simpatika pada akun amsing-masing. Pengecekan ini dapat dilakukan bersamaan dengan waktu pendaftaran.


Adapaun caranya adalah sebagai berikut:


  1. Login sebagai PTK pada layanan Simpatika di alamat http://simpatika.kemenag.go.id/
  2. Pilih menu AKG
  3. Jika memenuhi persyaratan mengikuti AKGTK akan muncul tombol "Daftar AKG" sedang jika tidak termasuk dalam kriteria akan muncul tabel Status Validasi Persyaratan dengan status pada masing-masing kriteria.

    Daftar AKGTK 01

  4. Jika memenuhi syarat, klik tombol Daftar AKG

    Daftar AKGTK 02

  5. Muncul jendela Pendaftaran. Pilih Mata Pelajaran sesuai yang terdaftar di Simpatika kemudian pilih Lokasi AKG yang diinginkan. Jika sudah, klik Simpan.

    Daftar AKGTK 03

  6. Data Ajuan tersimpan. pantau halaman tersebut untuk menunggu terbitnya Tanda Bukti Pengajuan Calon Peserta (S41) yang berisi Jadwal pelaksanaan AKGTK. 

    Daftar AKGTK 04

  7. Jika telah terbit, cetak S41 tersebut sebagai Surat Pengantar dan Kartu Peserta untuk dibawa ke lokasi AKGTK.

Disclamer. Artikel tutorial cara mendaftar AKGTK 2021 ini dibuat pada 30 Oktober 2021, dimana tampilan di laman Simpatika masih menggunakan tampilan Pendaftaran AKG 2020. Namun, secara garis besar tata caranya tidak akan jauh berbeda. Tutorial ini akan diupdate segera jika ternyata tampilan dan tata cara pendaftaran mengalami perubahan.


Bagi guru-guru yang telah memenuhi persyaratan untuk segera mendaftar sebagai peserta AKGTK di tahun 2021. Cara daftar AKGTK 2021 semoga memudahkan bagi guru-guru madrasah yang akan mendaftar.

30 Okt 2021

POS AKMI Tahun 2021, Resmi

POS AKMI Tahun 2021, Resmi

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia atau POS AKMI Tahun 2021, yang resmi sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Nomor 2884 Tahun 2021.


SK Dirjen tentang POS AKMI Tahun 2021 ini telah ditetapkan pada 28 Mei 2021 silam dengan ditandatangani langsung oleh Dirjen Pendis, Muhammad Ali Ramdhani. Tapi entah kenapa, hingga akhir Oktober ini POS AKMI yang resmi ini sulit ditemukan. Dan baru pada akhir bulan ini tampaknya diedarkan melalui Kanwil Kemenag Provinsi masing-masing.


Menilik pada konsideran POS AKMI ini, AKMI tahun 2021 diselenggarakan berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Nomor 5491 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia. Dari Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) inilah kemudian berubah nama menjadi Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia atau AKMI.

POS AKMI


Baca : Persamaan dan Perbedaan ANBK dan AKMI


Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (POS AKMI), sesuai yang Ayo Madrasah baca dalah SK Dirjen Pendis, adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia. Sedang AKMI sendiri adalah evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengukur kompetensi peserta didik madrasah dalam literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya.


Dan sebagaimana pernah ditulis Ayo Madrasah sebelumnya, peserta AKMI Tahun 2021 adalah seluruh siswa kelas 5 MI Tahun pelajaran 2021/2022. Dan penyelenggaranya dibatasi hanya 50% dari jumlah keseluruhan MI se-Indonesia. Sisanya, bersama-sama dengan jenjang MTs dan MA akan menyelenggarakan AKMI di tahun selanjutnya, 2022. Baca : AKMI 2021 Diikuti 50% MI Se-Indonesia, MTs dan MA Kapan?


POS AKMI Tahun 2021 ini memuat pokok-pokok yang terdiri atas sembilan bab yang meliputi Bab I, Pendahuluan yang meliputi Latar belakang, Tujuan dan Fungsi AKMI, Sasaran AKMI, dan Pengertian. 


Sedang Bab II, Peserta AKMI, menguraikan tentang Satuan Pendidikan Peserta AKMI, Peserta AKMI Pada Satuan Pendidikan, Persyaratan Peserta AKMI, Hak dan Kewajiban Peserta AKMI, dan Pendaftaran Peserta AKMI.


Bab III, Panitia Pelaksana AKMI, menguraikan Pelaksana Tingkat Pusat, Pelaksana Tingkat Provinsi, Pelaksana AKMI Tingkat Kabupaten/Kota, dan Pelaksana AKMI Tingkat Satuan Pendidikan.


Pada Bab IV, Penyiapan Intrumen AKMI, dibahas antara lain Intrumen AKMI, serta Bentuk Soal dan Komponen AKMI. Sedang pada Bab V, Pelaksana dan penyiapan Teknis diuraikan tentang Moda Pelaksana AKMI, Penerapan Resource Sharing (Berbagi Sumber Daya), Penetapan satuan Pendidikan Pelaksana AKMI, Prosedur Pelaksana AKMI, dan Jadwal Pelaksana AKMI.


Baca : Pakta Integritas & Surat Tugas Proktor, Teknisi, & Pengawas AKMI


Bab selanjutnya, VI Pengolahan dan Pelaporan Hasil AKMI membahas Mekanisme Pengumpulan Hasil AKMI, Pengolahan Hasil AKMI, Pelaporan Hasil AKMI, Tindak Lanjut Perbaikan Pembelajaran. Dilanjut Bab VII, Biaya Penyelenggaraan, Bab VIII Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan Penyelenggaraan AKMI, serta Bab IX, Penutup.


Untuk mengunduh POS AKMI Tahun 2021, klik tautan di bawah ini.


Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia Tahun 2021 ini merupakan pedoman bagi madrasah dan pemangku kepentingan lainnya dalam penyelenggaraan AKMI Tahun 2021. Sehingga dengan diterbitkannya POS AKMI ini diharapkan proses penyelenggaraan AKMI Tahun 2021 berjalan dengan baik, efektif, dan efisien.


29 Okt 2021

Asesmen Kompetensi Guru & Tendik (AKGTK) Kemenag 2021

Asesmen Kompetensi Guru & Tendik (AKGTK) Kemenag 2021

Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Kemenag dibuka kembali untuk tahun 2021. Sebelumnya, pada tahun 2020 telah digelar kegiatan serupa yang meliputi Asesmen Kompetensi Guru (AKG), Asesmen Kompetensi Kepala Madrasah (AKK), dan Asesmen Kompetensi Pengawas (AKP).


Kepastian terkait penyelenggaraan pendataan calon peserta dan pelaksanaan AKGTK Kemenag Tahun 2021 disampaikan melalui surat Dirjen Pendis Kemenag tertanggal 27 Oktober 2021. Surat bernomor B-3786.1/Dt.I.II/KS.02/10/2021 dan ditandatangani oleh Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muhammad Zein ini, sesuai pokok surat terkait dengan Pelaksanaan Asesmen Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2021.


Karena merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, AKG, AKK, dan AKP Tahun 2020, maka AKGTK tahun 2021 ini ditujukan kepada guru RA dan madrasah yang belum mengikuti kegiatan serupa tahun kemarin.

AKGTK 2021


Hal ini sebagaimana disebutkan dalam isi surat yang antara lain berbunyi,


Sehubungan dengan kelanjutan pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) sebagai bagian dari Madrasah Education Quality Reform (MEQR), GTK Madrasah akan menyelenggarakan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) tahun 2021 bagi Guru, Kepala Madrasah dan Pengawas Madrasah se Indonesia untuk mata pelajaran tertentu.

Oleh karena itu perlu disampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. AKGTK wajib diikuti bagi yang belum tercatat mengikuti di tahun 2020 oleh seluruh kepala madrasah, pengawas madrasah, dan guru dengan mata pelajaran tertentu untuk jenjang RA, MI, MTs, dan MA


Baca: Pelaksanaan AKG, AKK, AKP Kemenag 2020 Ditunda dan Alasannya


Adapun rincian guru yang mengikuti AKGTK 2021 adalah sebagai berikut:

  • Guru jenjang Raudlatul Athfal, meliputi Guru Kelas RA
  • Guru jenjang Madrasah Ibtidaiyah, meliputi Guru Kelas MI
  • Guru jenjang Madrasah Tsanawiyah, meliputi guru mapel:
    • Matematika
    • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Inggris
    • IPA
    • Bimbingan Konseling
  • Guru jenjang Madrasah Aliyah, meliputi guru mata pelajaran:
    • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Biologi
    • Kimia
    • Ekonomi
    • Bimbingan Konseling
  • Guru jenjang MAK, meliputi guru Bimbingan Konseling
  • Kepala Madrasah jenjang MI, MTs, dan MA
  • Pengawas Madrasah


Masih menurut surat Dirjen Pendis, bagi guru dan tenaga kependidikan sebagaimana daftar di atas yang belum mengikuti AKGTK tahun 2020, diharuskan melakukan pendaftaran menjadi peserta AKGTK 2021.


Pendaftaran dilakukan melalui akun Simpatika masing-masing PTK dan bisa dilakukan pada tanggal 1 - 15 November 2021. Saat pendaftaran calon peserta akan dapat sekaligus memiliki Tempat Asesmen Kompetensi (TAK) yang telah ditetapkan sebagai lokasi AKGTK.


2. Pendaftaran AKGTK melalui akun individu di SIMPATIKA yang akan dibuka pada tanggal 1 – 15 November 2021;


Terkait pelaksanaan AKGTK Tahun 2021, disampaikan bahwa waktu penyelenggaraannya adalah dalam rentang tanggal 19-21 November 2021. Dilaksanakan di Tempat Asesmen Kompetensi (TAK) secara daring di satuan pendidikan madrasah terdekat di Kabupaten/Kota masing-masing.

3. AKGTK akan diselenggarakan di Tempat Asesmen Kompetensi (TAK) secara daring di satuan pendidikan madrasah terdekat di Kabupaten/Kota masing-masing;

4. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi akan menentukan TAK yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan AKGTK dan mencatatkannya di SIMPATIKA;

5. Pelaksanaan AKGTK akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rentang waktu 19 – 21 November 2021 dengan tetap mengikuti protokol Covid-19 yang telah ditetapkan gugus tugas Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Untuk itu agar berkoordinasi dengan gugus tugas di wilayahnya masing-masing.


Untuk lebih jelasnya silakan unduh dan baca surat Dirjen Pendis Kemenag Nomor B-3786.1/Dt.I.II/KS.02/10/2021 perihal Pelaksanaan Asesmen Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2021, melalui tautan di bawah.


UPDATE: 

Berdasarkan surat Dirjen Pendis Nomor B-3868/DJ.I/Dt.I.II/HM.00/11/2021 tertanggal 2 November 2021, perihal Pembatalan Pelaksanaan Asesmen Guru dan Tenaga Kependidikan pada jenjang RA Tahun 2021 maka Guru Kelas RA tidak perlu mengikuti AKGTK Tahun 2021 ini.


Bagi guru dan tenaga kependidikan mulai dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA, pun Kepala Madrasah dan Pengawas Madrasah yang tahun lalu belum mengikuti AKGTK, silakan untuk mempersiapkan diri mendaftar dan mengikuti Asesmen Kompetensi Guru & Tendik (AKGTK) Kemenag 2021 ini.


28 Okt 2021

Daftar MI Peserta Bimtek AKMI 2021 dan Pendataannya

Daftar MI Peserta Bimtek AKMI 2021 dan Pendataannya

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag akan menyelenggarakan Bimtek Tindak Lanjut AKMI Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2021. Daftar Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang menjadi peserta juga sudah dirilis. sebanyak 6402 MI se-Indonesia masuk dalam daftar MI peserta Bimtek AKMI 2021.


Bimtek (Bimbingan Teknis) Tindak lanjut AKMI diselenggarakan untuk membantu madrasah memahami hasil rekomendasi AKMI. Sehingga madrasah yang menjadi peserta bimtek adalah MI yang tahun ini melaksanakan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia.


Pemberitahuan terkait pelaksanaan Bimtek Tindak Lanjut AKMI ini disampaikan oleh Dirjen Pendis Kemenag melalui surat pemberitahun tertanggal 28 Oktober 2021 dengan nomor surat B-3795/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/10/2021. Surat berperihal Pemberitahuan Pengisian Pendataan Peserta Bimtek AKMI Tingkat Kabupaten ini ditandatangani oleh Direktur KSKK Madrasah, Moh. Isom.

Bimtek RTL AKMI

Baca: Persamaan dan Perbedaan ANBK dan AKMI


Dalam surat yang diterima Ayo Madrasah, disebutkan bahwa peserta Bimtek Tindak Lanjut AKMI Tingkat Kabupaten/Kota untuk melakukan pengisian data peserta.


Bintek akan dilaksanakan dalam dua moda yaitu daring dan blended. Sebanyak 3203 MI akan mengikuti bimtek secara daring. Sedang sisanya, 3199 MI akan mengikuti bimtek secara blended. Bintek sendiri akan diselenggarakan bertahap selama 14 hari yang dimulai pada 8 November 2021 besok.


1. Bimtek Tindak Lanjut AKMI diberikan kepada sebagian madrasah pelaksana AKMI tahun 2021. Bimtek Tindak Lanjut AKMI Tahun 2021 diadakan secara daring dan blended.

Bimtek Tindak Lanjut dilakukan selama 14 hari secara bertahap sejak tanggal 8 November 2021.


Baca: AKMI 2021 Diikuti 50% MI Se-Indonesia, MTs dan MA Kapan?


Bimtek Tindak lanjut AKMI diberikan kepada MI yang tahun ini menyelenggarakan AKMI. Namun dari 12 ribu madrasah peserta AKMI hanya sekitar separonya saja, yaitu 6402 MI yang diikutsertakan dalam bimtek.


Daftar MI yang menjadi peserta bimtek sekaligus moda bimtek yang akan diikutinya dapat dilihat melalui tautan https://bit.ly/AKMI-13


2. Madrasah peserta Bimtek Tindak Lanjut AKMI direkomendasikan oleh World Bank yang telah disesuaikan dengan rencana Impact Evaluation. Data Madrasah tersebut dapat diakses pada laman: https://bit.ly/AKMI-13


Setiap MI yang menjadi peserta bimtek menunjuk dan mengirim dua orang guru untuk mengikuti Bimtek Tindak Lanjut AKMI Tahun 2021. Guru yang ditunjuk merupakan guru pengajar kelas 5 di madrasah tersebut. 


3. Masing-masing madrasah menunjuk 2 (dua) orang guru untuk mengikuti BTL AKMI Tahun 2021 dengan ketentuan sebagai berikut:

  • a. Peserta adalah guru pengajar kelas 5 pada madrasah pelaksana AKMI Tahun 2021.
  • b. Bagi peserta bimtek daring, sanggup mengikuti proses bimtek sampai selesai.
  • c. Bagi peserta bimtek blended dipastikan telah mendapatkan vaksin sebagai syarat ketika akan melakukan perjalanan dinas via kereta api/pesawat.


Setelah madrasah menunjuk guru peserta bimtek, guru yang bersangkutan diharap untuk mengisi biodata melalui tautan https://bit.ly/AKMI-12. Setelah mendaftar dan mengisi biodata, guru akan diberikan akses pada aplikasi LMS (Learning Management System) yang akan dipakai selama proses bimtek.


4. Peserta mengisi biodata pada laman: https://bit.ly/AKMI-12 untuk mendapatkan akses pada LMS yang akan dipakai selama proses Bimtek Tindak Lanjut AKMI.


Baca: Cara Mengisi Aplikasi Pangkalan Data AKMI (PD AKMI) 2021


Hal-hal lain yang juga disampaikan pada surat tersebut adalah:


5. Peserta diminta untuk bergabung pada grup Telegram di https://bit.ly/AKMI-11 

Melalui aplikasi ini, kami akan mengirimkan berita terkait pelaksanaan bimtek


Untuk lebih memahami terkait bimtek RTL AKMI ini silakan unduh dan baca surat Dirjen Pendis Kemenag melalui tautan di bawah.


Tampaknya surat ini lebih kepada pemberitahuan terkait daftar MI peserta Bimtek AKMI dan pendataan calon peserta bimtek. Terkait dengan teknis pelaksanaan bimtek dan jadwal pasti pelaksanaan Bimtek AKMI 2021 tampaknya akan dilakukan pemberitahuan lebih lanjut.

Pemutakhiran Data Pelaksanaan AN Jenjang SD/MI, Deadline 8 November

Pemutakhiran Data Pelaksanaan AN Jenjang SD/MI, Deadline 8 November

Mencermati perkembangan persiapan pelaksanaan Asesmen Nasional di lapangan, Badan Stanndar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemdikbudristek, memandang perlu dilakukan pemutakhiran data kembali. Pemutakhiran data pelaksanaan Asesmen Nasional untuk jenjang Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah dan sederajat ini dilaksanakan selama seminggu, mulai 1 hingga 8 November 2021.


Demikian disampaikan Badan Stanndar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemdikbudristek melalui surat tertanggal 28 Oktober 2021 dengan nomor 5300/H/PI.00/2021. Surat dengan perihal Pemutakhiran Data Pelaksanaan AN Tahun 2021 tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Provinsi, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, dan Kepala LPMP di seluruh Indonesia.


Tentunya untuk diteruskan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kantor Kementerian Agama, dan Satuan Pendidikan di wilayahnya masing-masing.

Pemutakhiran Data AN

Baca: Daftar Pekerjaan Proktor Sebelum, Saat dan Paska Asesmen Nasional


Pemutakhiran data yang dimaksud dalam surat ini dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pemutakhiran data dilaksanakan tanggal 1-8 November 2021
  2. Pemutakhiran data terutama terkait moda pelaksana AN daring atau semi daring dan waktu pelaksanaan AN (sesi dan gelombang)
  3. Khusus untuk moda pelaksana daring, mohon dapat diupayakan pengaturan sehingga satuan pendidikan dengan moda daring tidak menumpuk pada sesi dan gelombang tertentu


Menilik isi surat tersebut, setiap satuan pendidikan diberi kesempatan untuk memilih ulang moda pelaksanaan AN, apakah daring (online) ataukah semi daring (semi online). Selain itu jika diperlukan dapat juga melakukan perubahan waktu pelaksanaan yang meliputi gelombang dan sesi Asesmen Nasional.


Baca : POS Asesmen Nasional (AN) 2021


Surat tersebut dapat dilihat dan diunduh melalui tautan di bawah ini.


Terbitnya surat untuk melaksanakan pemutakhiran data pelaksanaan AN khusus untuk jenjang SD/MI dan sederajat ini tentu untuk memastikan Asesmen Nasional berjalan dengan lancar.

9 Okt 2021

Surat Pencairan Bantuan Pokja GTK 2021

Surat Pencairan Bantuan Pokja GTK 2021

Bantuan Kelompok Kerja (Pokja) Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag akan segera cair. Penerima bantuan akan segera dapat melakukan pencairan dana bantuan bagi KKG, MGMP, MGBK, KKM, maupun Pokjawas Madrasah. Demikian disampaikan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah melalui surat tertanggal 1 Oktober 2021.


Surat bernomor B-3436.1/Dt.I.II/KU.05/10/2021, dengan perihal Pencairan Bantuan Pokja Tahun 2021 ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Indonesia. Berisikan tentang pencairan program Bantuan Kelompok Kerja (Pokja) GTK Madrasah Tahun 2021.


Disebutkan dalam isi surat bahwa KKG, MGMP, MGBK, KKM, maupun Pokjawas Madrasah penerima bantuan akan menerima Buku Tabungan dan dapat melakukan pencairan dana bantuan setelah terlebih dahulu melakukan aktivasi rekening.

Pencairan Bantuan Pokja GTK 2021

Baca Juga: Panduan Aplikasi Bantuan Kelompok Kerja Guru Kemenag


Untuk melakukan aktivasi rekening, penerima bantuan harus melengkapi dokumen-dokumen yang terdiri atas:

  1. Surat Keterangan Penerima Bantuan Pokja yang dicetak dari aplikasi KKGTK;
  2. Format Surat Pernyataan Bersedia Menerima Bantuan dan Tanggung Jawab Mutlak dari aplikasi KKGTK;
  3. Bukti Identitas Ketua Pokja atau yang diberi kuasa, yaitu Sekretaris dan Bendahara Pokja;
  4. Surat kuasa, dalam hal Ketua Pokja berhalangan, yang dibuat oleh Ketua Pokja dengan menunjukkan tanda tangan di atas meterai sepuluh ribu, dan berstempel Pokja dimaksud.
  5. Formulir pembukaan Rekening Penerima yang disediakan oleh BNI yang telah diisi dan  ditandatangani oleh Ketua Pokja atau yang diberi kuasa.

Sebagaimana situlis Ayo Madrasah dalam artikel terdahulu, Kementerian Agama akan menyalurkan bantuan untuk Kelompok Kerja Madrasah. Bantuan ini telah diatur dalam SK Dirjen Pendis Nomor 606 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Block Grant untuk KKG/ MGMP/ MGBK/ KKM/ POKJAWAS Madrasah Tahun Anggaran 2021.

Kelompok Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag meliputi, KKG (Kelompok Kerja Guru), MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling), KKM (Kelompok Kerja Madrasah), dan Pokjawas (Kelompok Kerja Pengawas Madrasah).

Masing-masing kelompok kerja madrasah akan menerima bantuan dengan nominal Rp. 15.000.000 untuk setiap KKG, dan Rp. 30.000.000 untuk setiap MGMP, MGBK, KKM, dan Pokjawas. Proses pengajuan bantuan sendiri menggunakan aplikasi yang beralamat di laman http://kkgtk-madrasah.kemenag.go.id/

Melalui aplikasi tersebut, Kemenag telah menetapkan pokja-pokja yang menerima bantuan. Salah satunya melalui SK Dierjen Pendis Nomor 4713 Tahun 2021 Tentang Penetapan Penerima Bantuan Kelompok Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Tahap II Tahun 2021. Juga SK Dirjen Nomor 4203 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Guru Dan Tenaga  Kependidikan Madrasah Nomor 2552 Tahun 2021 Tentang Penetapan Penerima Bantuan Kelompok Kerja Guru Dan Tenaga Kependidikan Raudlatul Athfal Dan Madrasah Tahun 2021.

Lalu kapan dana bantuan dapat mulai dicairkan?

Sesuai dengan isi surat, pencairan mulai tanggal 11 hingga 15 Oktober 2021. Pencairan dilakukan pada 11-15 Oktober Tahun 2021 di BNI Cabang terdekat.

Untuk lebih jelasnya, silakan unduh dan baca surat B-3436.1/Dt.I.II/KU.05/10/2021 ini dengan mengklik tombol unduh di bawah.

Dengan diterbitkannya surat perihal Pencairan Bantuan Pokja Tahun 2021, bisa menjadi kepastian bagi pokja-pokja penerima Bantuan Kelompok Kerja (Pokja) GTK Madrasah Tahun 2021 sekaligus mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan.

8 Okt 2021

Dibuka Lagi, Survei Lingkungan Belajar Bagi Guru SMK, SMA/MA, SMP/MTs yang Belum Mengisi

Dibuka Lagi, Survei Lingkungan Belajar Bagi Guru SMK, SMA/MA, SMP/MTs yang Belum Mengisi

Bagi guru SMK, SMA/MA, dan SMP/MTs sederajat yang terkendala dan belum mengisi Survei Lingkungan Belajar dihimbau untuk mengisi dan melengkapi jawaban survei. Akses untuk mengisi Survei Lingkungan Belajar akan dibuka kembali pada tanggal 11-14 Oktober 2021.


Demikian disampaikan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asrsmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui suratnya tertanggal 8 Oktober 2021. Surat bernomor 4818/H/PG.00.02/2021 perihal Pemberitahuan Pembukaan Kembali Akses Survei Lingkungan Belajar ini ditujukan kepada Kepala Satuan Pendidikan Jenjang SMK, SMA/MA, SMP/MTs Sederajat di Seluruh Indonesia.


Disampaikan melalui isi surat tersebut bahwa bahwa dalam pelaksanaan Asesmen Nasional (AN), seluruh kepala satuan pendidikan dan pendidik (guru) diwajibkan mengisi instrumen Survei Lingkungan Belajar. Survei ini bertujuan untuk memotret berbagai aspek yang terkait dengan lingkungan belajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan, sehingga hasil AN memberikan informasi komprehensif mengenai input dan proses pembelajaran.

Survei Lingkungan Belajar Dibuka Lagi

Baca Juga : Persamaan dan Perbedaan ANBK dan AKMI


Karena itu, masih menurut isi surat, Tingkat partisipasi dan keterisian instrumen survei sangat berpengaruh terhadap hasil analisis dan pelaporan mengenai input dan proses pembelajaran tersebut.


Hingga kini, Asesmen Nasional telah dilangsungkan untuk jenjang SMK, SMA/MA, SMP/MTs sederajat. Selain siswa sampel yang harus mengerjakan Asesmen Kompetensi Minimal, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar, Kepala Sekolah dan Guru pun harus ikut mengisi Survei Lingkungan Belajar. Para pendidik ini mengerjakan Survei Lingkungan Belajar pada sesuai dengan jadwal pelaksanaan ANBK jenjangnya masing-masing.


Sebagaimana disebutkan dalam POS Asesmen Nasional, para Kepala Sekolah dan guru SMK mengisi survei Lingkungan Belajar pada 20 – 23 September 2021, dilanjut dengan jenjang SMA/MA pada 27 – 30 September 2021, dan jenjang SMP/MTs pada  4 – 7 Oktober 2021 kemarin.


Baca Juga : Daftar Pekerjaan Proktor Sebelum, Saat dan Paska Asesmen Nasional


Namun berdasar rekapitulasi Kemdikbuddikti, masih terdapat responden yang belum mengisi Survei Lingkungan Belajar atau tidak lengkap dalam pengisian, hingga batas waktu yang telah ditentukan.


Untuk itu, Kemdikbuddikti akan membuka kembali akses untuk mengisi Survei Lingkungan Belajar bagi guru SMK, SMA/MA, SMP/MTs yang belum mengisi.


Oleh karena itu, akses pengisian survei melalui laman https://surveilingkunganbelajar.kemdikbud.go.id/ dibuka kembali pada tanggal 11-14 Oktober 2021. Kepala satuan pendidikan dan pendidik (guru) jenjang SMK, SMA/MA, dan SMP/MTs sederajat, dihimbau untuk mengisi dan/atau melengkapi jawaban seluruh pertanyaan pada rentang waktu tersebut. Demikian ditegaskan dalam isi surat ini.


Baca Juga : Pemberitahuan Pengisian Survei Lingkungan Belajar AN 2021


Untuk mendukung kelancaran pengisian survei pada masa pembukaan kembali akses, operator/proktor pada masingmasing satuan pendidikan agar melakukan cetak kartu login pengisian survei. Informasi detail mengenai mekanisme cetak kartu login dapat diakses melalui laman https://dashboardslb.kemdikbud.go.id.



Selengkapnya isi surat, sila baca dan unduh Surat Badan Standar, Kurikulum, dan Asrsmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 4818/H/PG.00.02/2021 dengan mengklik tombol berikut.


Sehubungan dengan surat tersebut, mari bagi guru SMK, SMA/MA, SMP/MTs yang belum mengisi Surbei Lingkungan Belajar untuk menyempatkan waktu guna mengisinya. Mumpung akses pengisian Survei Lingkungan Belajar dibuka kembali pada 11 hingga 14 Oktober ini.