9 Okt 2021

Surat Pencairan Bantuan Pokja GTK 2021

Surat Pencairan Bantuan Pokja GTK 2021

Bantuan Kelompok Kerja (Pokja) Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag akan segera cair. Penerima bantuan akan segera dapat melakukan pencairan dana bantuan bagi KKG, MGMP, MGBK, KKM, maupun Pokjawas Madrasah. Demikian disampaikan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah melalui surat tertanggal 1 Oktober 2021.


Surat bernomor B-3436.1/Dt.I.II/KU.05/10/2021, dengan perihal Pencairan Bantuan Pokja Tahun 2021 ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Indonesia. Berisikan tentang pencairan program Bantuan Kelompok Kerja (Pokja) GTK Madrasah Tahun 2021.


Disebutkan dalam isi surat bahwa KKG, MGMP, MGBK, KKM, maupun Pokjawas Madrasah penerima bantuan akan menerima Buku Tabungan dan dapat melakukan pencairan dana bantuan setelah terlebih dahulu melakukan aktivasi rekening.

Pencairan Bantuan Pokja GTK 2021

Baca Juga: Panduan Aplikasi Bantuan Kelompok Kerja Guru Kemenag


Untuk melakukan aktivasi rekening, penerima bantuan harus melengkapi dokumen-dokumen yang terdiri atas:

  1. Surat Keterangan Penerima Bantuan Pokja yang dicetak dari aplikasi KKGTK;
  2. Format Surat Pernyataan Bersedia Menerima Bantuan dan Tanggung Jawab Mutlak dari aplikasi KKGTK;
  3. Bukti Identitas Ketua Pokja atau yang diberi kuasa, yaitu Sekretaris dan Bendahara Pokja;
  4. Surat kuasa, dalam hal Ketua Pokja berhalangan, yang dibuat oleh Ketua Pokja dengan menunjukkan tanda tangan di atas meterai sepuluh ribu, dan berstempel Pokja dimaksud.
  5. Formulir pembukaan Rekening Penerima yang disediakan oleh BNI yang telah diisi dan  ditandatangani oleh Ketua Pokja atau yang diberi kuasa.

Sebagaimana situlis Ayo Madrasah dalam artikel terdahulu, Kementerian Agama akan menyalurkan bantuan untuk Kelompok Kerja Madrasah. Bantuan ini telah diatur dalam SK Dirjen Pendis Nomor 606 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Block Grant untuk KKG/ MGMP/ MGBK/ KKM/ POKJAWAS Madrasah Tahun Anggaran 2021.

Kelompok Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag meliputi, KKG (Kelompok Kerja Guru), MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling), KKM (Kelompok Kerja Madrasah), dan Pokjawas (Kelompok Kerja Pengawas Madrasah).

Masing-masing kelompok kerja madrasah akan menerima bantuan dengan nominal Rp. 15.000.000 untuk setiap KKG, dan Rp. 30.000.000 untuk setiap MGMP, MGBK, KKM, dan Pokjawas. Proses pengajuan bantuan sendiri menggunakan aplikasi yang beralamat di laman http://kkgtk-madrasah.kemenag.go.id/

Melalui aplikasi tersebut, Kemenag telah menetapkan pokja-pokja yang menerima bantuan. Salah satunya melalui SK Dierjen Pendis Nomor 4713 Tahun 2021 Tentang Penetapan Penerima Bantuan Kelompok Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Tahap II Tahun 2021. Juga SK Dirjen Nomor 4203 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Guru Dan Tenaga  Kependidikan Madrasah Nomor 2552 Tahun 2021 Tentang Penetapan Penerima Bantuan Kelompok Kerja Guru Dan Tenaga Kependidikan Raudlatul Athfal Dan Madrasah Tahun 2021.

Lalu kapan dana bantuan dapat mulai dicairkan?

Sesuai dengan isi surat, pencairan mulai tanggal 11 hingga 15 Oktober 2021. Pencairan dilakukan pada 11-15 Oktober Tahun 2021 di BNI Cabang terdekat.

Untuk lebih jelasnya, silakan unduh dan baca surat B-3436.1/Dt.I.II/KU.05/10/2021 ini dengan mengklik tombol unduh di bawah.

Dengan diterbitkannya surat perihal Pencairan Bantuan Pokja Tahun 2021, bisa menjadi kepastian bagi pokja-pokja penerima Bantuan Kelompok Kerja (Pokja) GTK Madrasah Tahun 2021 sekaligus mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan.

8 Okt 2021

Dibuka Lagi, Survei Lingkungan Belajar Bagi Guru SMK, SMA/MA, SMP/MTs yang Belum Mengisi

Dibuka Lagi, Survei Lingkungan Belajar Bagi Guru SMK, SMA/MA, SMP/MTs yang Belum Mengisi

Bagi guru SMK, SMA/MA, dan SMP/MTs sederajat yang terkendala dan belum mengisi Survei Lingkungan Belajar dihimbau untuk mengisi dan melengkapi jawaban survei. Akses untuk mengisi Survei Lingkungan Belajar akan dibuka kembali pada tanggal 11-14 Oktober 2021.


Demikian disampaikan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asrsmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui suratnya tertanggal 8 Oktober 2021. Surat bernomor 4818/H/PG.00.02/2021 perihal Pemberitahuan Pembukaan Kembali Akses Survei Lingkungan Belajar ini ditujukan kepada Kepala Satuan Pendidikan Jenjang SMK, SMA/MA, SMP/MTs Sederajat di Seluruh Indonesia.


Disampaikan melalui isi surat tersebut bahwa bahwa dalam pelaksanaan Asesmen Nasional (AN), seluruh kepala satuan pendidikan dan pendidik (guru) diwajibkan mengisi instrumen Survei Lingkungan Belajar. Survei ini bertujuan untuk memotret berbagai aspek yang terkait dengan lingkungan belajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan, sehingga hasil AN memberikan informasi komprehensif mengenai input dan proses pembelajaran.

Survei Lingkungan Belajar Dibuka Lagi

Baca Juga : Persamaan dan Perbedaan ANBK dan AKMI


Karena itu, masih menurut isi surat, Tingkat partisipasi dan keterisian instrumen survei sangat berpengaruh terhadap hasil analisis dan pelaporan mengenai input dan proses pembelajaran tersebut.


Hingga kini, Asesmen Nasional telah dilangsungkan untuk jenjang SMK, SMA/MA, SMP/MTs sederajat. Selain siswa sampel yang harus mengerjakan Asesmen Kompetensi Minimal, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar, Kepala Sekolah dan Guru pun harus ikut mengisi Survei Lingkungan Belajar. Para pendidik ini mengerjakan Survei Lingkungan Belajar pada sesuai dengan jadwal pelaksanaan ANBK jenjangnya masing-masing.


Sebagaimana disebutkan dalam POS Asesmen Nasional, para Kepala Sekolah dan guru SMK mengisi survei Lingkungan Belajar pada 20 – 23 September 2021, dilanjut dengan jenjang SMA/MA pada 27 – 30 September 2021, dan jenjang SMP/MTs pada  4 – 7 Oktober 2021 kemarin.


Baca Juga : Daftar Pekerjaan Proktor Sebelum, Saat dan Paska Asesmen Nasional


Namun berdasar rekapitulasi Kemdikbuddikti, masih terdapat responden yang belum mengisi Survei Lingkungan Belajar atau tidak lengkap dalam pengisian, hingga batas waktu yang telah ditentukan.


Untuk itu, Kemdikbuddikti akan membuka kembali akses untuk mengisi Survei Lingkungan Belajar bagi guru SMK, SMA/MA, SMP/MTs yang belum mengisi.


Oleh karena itu, akses pengisian survei melalui laman https://surveilingkunganbelajar.kemdikbud.go.id/ dibuka kembali pada tanggal 11-14 Oktober 2021. Kepala satuan pendidikan dan pendidik (guru) jenjang SMK, SMA/MA, dan SMP/MTs sederajat, dihimbau untuk mengisi dan/atau melengkapi jawaban seluruh pertanyaan pada rentang waktu tersebut. Demikian ditegaskan dalam isi surat ini.


Baca Juga : Pemberitahuan Pengisian Survei Lingkungan Belajar AN 2021


Untuk mendukung kelancaran pengisian survei pada masa pembukaan kembali akses, operator/proktor pada masingmasing satuan pendidikan agar melakukan cetak kartu login pengisian survei. Informasi detail mengenai mekanisme cetak kartu login dapat diakses melalui laman https://dashboardslb.kemdikbud.go.id.



Selengkapnya isi surat, sila baca dan unduh Surat Badan Standar, Kurikulum, dan Asrsmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 4818/H/PG.00.02/2021 dengan mengklik tombol berikut.


Sehubungan dengan surat tersebut, mari bagi guru SMK, SMA/MA, SMP/MTs yang belum mengisi Surbei Lingkungan Belajar untuk menyempatkan waktu guna mengisinya. Mumpung akses pengisian Survei Lingkungan Belajar dibuka kembali pada 11 hingga 14 Oktober ini.

5 Okt 2021

Revisi Juknis Tunjangan Insentif GBPNS 2021

Revisi Juknis Tunjangan Insentif GBPNS 2021

Dirjen Pendis Kemenag akhirnya melakukan revisi terhadap juknis pemberian Tunjangan Insentif bagi Guru Bukan PNS. Sebelumnya Juknis Tunjangan Insentif telah diteken pada akhir Desember 2020 melalui SK Dirjen Pendis No. 7242 Tahun 2020.


Adalah SK Dirjen Pendis Nomor 3877 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7242 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil Pada Raudlatul Athfal dan Madrasah Tahun 2021.


Perubahan dan juknis tersebut, terutama terdapat pada bagian F. Mekanisme Pelaksanaan, pada poin ke-3 terkait "Nominal Tunjangan Insentif".

Revisi Juknis Tunjangan Insentif

Baca : Syarat dan Prioritas Guru Penerima Tunjangan Insentif 2021


Berdasarkan dokumen salinan SK Dirjen yang diterima oleh Ayo Madrasah, pada bagian "Nominal Tunjangan Insentif", terdapat beberapa perubahan dan penambahan redaksional.


Pada poin ke-a di dalam juknis Tunjangan Insentif yang lama (SK Dirjen No. 7242 Tahun 2020), disebutkan bahwa, penerima akan mendapatkan tunjanagan sebesar Rp. 250.000,- perbulan yang mana dalam setahun akan menerima Rp 3.000.000,- 


"Besar tunjangan insentif adalah Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per orang per bulan, dan berlaku untuk 12 (dua belas) bulan (terhitung mulai bulan Januari – Desember 2021), sehingga total penerimaan untuk 1 (satu) tahun adalah Rp 3.000.000,- (tiga juta rupiah). Jumlah itu diberikan kepada guru secara penuh dan tidak dibenarkan adanya pengurangan, pemotongan atau pungutan dengan alasan apapun, dalam bentuk apapun, dan oleh pihak manapun, kecuali pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku."


Poin ini di Juknis Tunjangann Insentif terbaru, SK Dirjen Pendis Nomor 3877 Tahun 2021, mengalami pengurangan beberapa kalimat, utama terkait dihapusnya penerimaan dalam satu tahun.  Sehingga bunyinya menjadi, "Besaran tunjangan insentif adalah Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per orang per bulan."


Baca : Tunjangan Insentif GBPNS Cair September


Pada poin berikutnya, poin ke-b, terdapat perubahan yang lebih fundamental. Dalam juknis lama disebutkan, "Tiap guru yang memenuhi kriteria dan persyaratan sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis ini, menerima Tunjangan Insentif (Rp. 250.000,- per bulan atau Rp. 3.000.000,- dalam setahun), meskipun mengajar pada 2 (dua) RA dan Madrasah atau lebih."


Lagi-lagi dilakukan penghapusan pada frasa "3.000.000,- dalam setahun" serta penambahan frasa "sesuai dengan anggaran yang tersedia di tahun berjalan (on-going)". Sehingga di juknis terbaru berubah menjadi, "Tiap guru yang memenuhi kriteria dan persyaratan sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis ini, menerima Tunjangan Insentif Rp. 250.000,- per bulan sesuai dengan anggaran yang tersedia di tahun berjalan (on-going), meskipun mengajar pada 2 (dua) RA dan Madrasah atau lebih."


Selain perubahan tersebut, pada bagian "Nominal Tunjangan Insentif" ini terdapat penambahan satu poin, yaitu poin ke-c, yang berbunyi,


Penyaluran tunjangan insentif diberikan kepada guru secara akuntabel dan proporsional, serta tidak dibenarkan adanya pengurangan, pemotongan, atau pungutan dengan alasan apapun, dalam bentuk apapun, dan oleh pihak manapun, kecuali pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Selengkapnya, silakan baca dan unduh SK Dirjen Pendis Nomor 3877 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7242 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil Pada Raudlatul Athfal dan Madrasah Tahun 2021. Untuk mengunduh gunakan tombol download di bawah.


Demikian terkait dengan revisi tunjangan insentif GBPNS Tahun 2021 sebagaimana Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag yang terbaru.

3 Okt 2021

Mekanisme Penyusunan & Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022

Mekanisme Penyusunan & Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022

Setiap madrasah wajib untuk menyusun dan menyampaikan EDM 2021 dan RKAM 2022. Teknis penyusunan dan penyampaiannya terbagi dalam tiga golongan madrasah. Yaitu bagi madrasah yang telah menjadi peserta bimtek EDM dan e-RKAM, madrasah yang belum mengikuti bimtek tetapi memiliki akun Portal BOS, serta madrasah yang belum bimtek dan belum memiliki akun di Portal BOS.


Terdapat tiga perlakuan berbeda bagi masing-masing dari ketiga golongan madrasah tersebut terkait teknis menyusun dan menyampaikan EDM 2021 dan RKAM 2022.


EDM atau Evaluasi Diri Madrasah adalah salah satu instrumen strategis yang dapat digunakan oleh setiap satuan pendidikan madrasah untuk mengetahui kondisi objektif kekuatan dan kelemahan madrasah dalam konteks pencapaian standar mutu pendidikan. Sedang RKAM atau Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah merupakan perencanaan kegiatan madrasah dan pengelolaan keuangan dalam satu tahun. Penyusunan RKAM didasarkan pada EDM tahun sebelumnya. Baik EDM maupun RKAM kini menjadi salah satu syarat pencairan BOS bagi madrasah.

Teknis Penyampaian EDM dan RKAM


Baca: Deadline Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022 Diundur Oktober


Teknis Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022


Terkait dengan penyusunan dan penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022, Dirjen Pendis menerbitkan surat edaran bernomor B-3251.1/DJ.I/Dt.I.I/HM.01/09/2021, tentang Perubahan Batas Waktu dan Teknis Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022. 


Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa seluruh madrasah harus menyusun dan menyampaian EDM Tahun 2021 dan RKAM Tahun 2022 dengan teknis penyusunan dan penyampain yang dibedakan menjadi tiga golongan. Ketiga golongan madrasah tersebut meliputi madrasah yang telah menjadi peserta bimtek EDM dan e-RKAM, madrasah yang belum mengikuti bimtek tetapi memiliki akun Portal BOS, serta madrasah yang belum bimtek dan belum memiliki akun di Portal BOS.


Bagi madrasah yang sudah mengikuti bimtek EDM dan e-RKAM, harus menggunakan aplikasi e-RKAM sebagaimana pada laman: https://erkam.kemenag.go.id/, untuk menyusun dan menyampaikan EDM 2021 dan RKAM 2022. Tahapan, prosedur, dan tata cara menggunakan aplikasi e-RKAM tentunya sebagaimana yang telah dilatih dan dipraktekkan dalam bimbingan teknis.


Baca : Download Panduan Penggunaan e-RKAM 


Hal ini ditegaskan dalam surat Dirjen Pendis pada poin kedua yang berbunyi, Seluruh madrasah yang sudah menjadi peserta Bimtek EDM dan e-RKAM wajib menggunakan aplikasi e-RKAM dalam penyelesaian EDM 2021 dan RKAM 2022 pada laman: https://erkam.kemenag.go.id/


Golongan kedua adalah bagi madrasah penerima BOS 2021 yang belum mengikuti bimtek tetapi memiliki akun Portal BOS. Madrasah-madrasah ini dapat mengunduh template EDM dan RKAM dalam format microsoft excel kemudian mengisinya. Hasil pengisian nantinya diunggah ke laman Portal BOS, yang beralamat di https://bos.kemenag.go.id/, tentunya setelah fitur unggah diaktifkan.


Golongan terakhir, adalah madrasah penerima BOS 2021 dan 2022 yang belum menjati peserta bimtek EDM dan e-RKAM sekaligus belum memiliki akun di portal BOS. Golongan madrasah ini menyusun dan menyampaikan EDM dan RKAM dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam poin ke-4 surat Dirjen Pendis sebagai berikut:


Seluruh madrasah penerima BOS tahun anggaran 2021 dan tahun anggaran 2022 yang belum menjadi peserta Bimtek EDM dan e-RKAM dan belum mempunyai akun di portal BOS, penyampaian file EDM 2021 dan RKAM 2022 diatur sebagai berikut:

  • Penamaan file EDM dan RKAM (PDF) ditulis dengan format sebagai berikut: EDM_NSM_NAMALEMBAGA dan RKAM_NSM_NAMALEMBAGA. (Contoh: EDM_131253050002_WAINGAPU);
  • File pada butir a diunggah melalui link google drive: https://bit.ly/3m5H2Im sesuai dengan folder yang disediakan (negeri dan swasta) dan sesuai dengan klasifikasi file (EDM atau RKAM);

Di samping itu, madrasah golongan ini juga akan dibuatkan akun di Portal BOS

Kapan batas akhir penyampaian EDM dan RKAM?

Masih menurut surat Dirjen Pendis di atas, seluruh madrasah harus sudah menyampaikan EDM 2021 dan RKAM 2022 paling lambat 22 Oktober 2021 pukul 24.00 WIB.

Selengkapnya sila baca dan unduh surat Dirjen Pendis Nomor Nomor B-3251.1/DJ.I/Dt.I.I/HM.01/09/2021, perihal Perubahan Batas Waktu dan Teknis Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022, dengan mengklik tombol di bawah.

Dengan memahami teknis cara penyusunan dan penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022 masing-masing madrasah dapat segera untuk menyelesaikan dan mengunggahnya sesuai golongan madrasah masing-masing. Sehingga tidak mengalami kendala saat pencairan BOS Tahun Anggaran 2022.

2 Okt 2021

Cara Pencairan Tunjangan Insentif Guru Madrasah 2021

Cara Pencairan Tunjangan Insentif Guru Madrasah 2021

Tunjangan Insentif bagi guru madrasah tahun 2021, akan segera bisa dicairkan. Setelah sebelumnya disampaikan akan dicairkan akhir September atau awal Oktober, kini melalui Simpatika telah muncul penetapan Penerima Tunjangan Insentif. Lalu bagaimana cara melakukan pencairan tunjangan insentif tersebut?


Tunjangan Insentif adalah tunjangan yang diberikan kepada guru bukan pegawai negeri sipil yang bertugas pada RA dan Madrasah. Tunjangan yang hadir melalui KMA Nomor 1 Tahun 2018 tentang Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil ini pada tahun 2021 diatur melalui SK Dirjen Pendis Nomor 7242 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Sipil Pada Raudlatul Athfal dan Madrasah Tahun 2021.


Sengan munculnya notifikasi Selamat, Anda ditetapkan sebagai penerima Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS Tahun 2021 pada laman Simpatika, berarti proses pencairan Tunjangan Insentif akan segera bisa dilakukan. Ayo Madrasah akan menguraikan bagaimana mekanisme dan cara melakukan pencairan tunjangan ini. 

Cara Pencairan Tunjangan Insentif

Baca : Tunjangan Insentif GBPNS Cair September


Syarat dan Prioritas Guru Calon Penerima Insentif


Berdasarkan Juknis Tunjangan Insentif Tahun 2021, tunjangan ini akan diberikan kepada guru RA dan Madrasah yang berstatus bukan PNS, bukan CPNS, atau PPK. Di samping itu terdapat beberapa syarat lainnya yang harus dipenuhi.


Terdapat 12 syarat yang harus dipenuhi mulai dari aktif dan terdaftar di layanan Simpatika, belum lulus sertifikasi, memiliki NPK atau NUPTK, mengajar pada satminkal binaan Kemenag, dan berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah dan jangka waktu paling singkat 2 (dua) tahun secara terus menerus.


Disamping itu memenuhi minimal kualifikasi akademik S1/DIV, memenuhi beban kerja minimal 6 JTM, bukan penerima bantuan sejenis, belum usian pensiun (60 tahun), tidak beralih status dari guru RA dan Madrasah, tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/Madrasah, dan tidak  merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau legislatif.


Dari ke-12 syarat tersebut diprioritaskan bagi guru dengan masa pengabdian yang lebih lama dan usia yang lebih tua, dengan batasan belum memasuki masa pensiun. 


terkait persyaratan dan prioritas ini bisa dibaca pada artikel: Syarat dan Prioritas Guru Penerima Tunjangan Insentif 2021


Cek Status Penerima di Laman Simpatika


Bagi guru yang memenuhi ke-12 syarat di atas, silakan melakukan pengecekan status penerima melalui laman Simpatika dengan menggunakan akunnya masing-masing.


Langkah-langkahnya adalah:

  1. Login sebagai PTK ke laman Simpatika yang beralamat di simpatika.kemenag.go.id. Gunakan akun PTK masing-masing untuk login.
  2. Klik menu Tunjangan Insentif GBPNS di pojok kiri paling bawah
  3. Setelah terbuka laman Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS, klik submenu "Status Penerima"
  4. Jika berstatus sebagai penerima maka akan mendapatkan pesan, Selamat, Nama PTK! Anda ditetapkan sebagai penerima Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS Tahun 2021. Silakan cetak surat kelengkapan untuk syarat pencairan Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS dengan klik tombol CETAK di bawah ini, kemudian ditandatangani dan dibawa semuanya ke Bank penyalur.
  5. Sebaliknya jika bukan penerima, maka akan muncul tulisan, Maaf, Nama PTK! Anda belum berhak untuk mengajukan Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS. Di bagian bawahnya akan akan muncul kriteria yang menjadi penyebab tidak berhak.
  6. Atau bisa juga muncul tulisan, Mohon Maaf, Nama PTK! Sementara ini Anda belum ditetapkan sebagai penerima Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS Tahun 2021. Terima kasih.

Cara Pencairan Tunjangan Insentif


Cetak Kelengkapan dan Syarat Pencairan Tunjangan


Bagi guru yang menerima Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS, dengan ditandai muncul peringatan "Selamat, Nama PTK! Anda ditetapkan sebagai penerima Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS Tahun 2021" bisa segera melakukan pencetakan surat kelengkapan untuk syarat pencairan Tunjangan Insentif .


Caranya, masih di laman Simpatika pada menu Tunjangan Insentif GBPNS >> Status Penerima, klik tombol "Cetak" yang terdapat di bawah ucapan selamat.


Ketika diklik akan muncul jendela unduh atau cetak dokumen yang terdiri atas dua jenis dokumen yaitu:

  1. Surat Keterangan berhak menerima tunjangan insentif
  2. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM)


Surat Keterangan berhak menerima tunjangan insentif berisikan informasi terkait NPK, NIK, Nama guru penerima, Nomor Rekening, Nama Bank Penyalur dan Cabang Bank tempat mencairkan bantuan.


Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) berisikan pernyataan yang harus ditempele materai dan ditandatangani oleh penerima insentif.


Unduh dan cetak kedua dokumen tersebut.


Datang ke Bank Penyalur untuk Mencairkan Insentif


Proses pencairan tunjangan insentif ini akan seperti proses pencairan BSU Guru kemarin. Guru cukup datang ke bank penyalur sebagaimana yang tertulis dalam Surat Keterangan berhak menerima tunjangan insentif untuk dibantu oleh petugas guna melakukan aktivasi dan pencairan tunjangan.


Guru penerima cukup membawa persyaratan sebagaimana yang tertera dalam Surat Keterangan berhak menerima tunjangan insentif. Syarat-syarat tersebut meliputi:

  1. KTP Asli (bisa jadi ditambah foto copy)
  2. Surat Keterangan berhak menerima tunjangan insentif yang dicetak dari SIMPATIKA
  3. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang diunduh dari SIMPATIKA yang telah ditempeli materai dan ditandatangani yang bersangkutan.

Kapan Bisa Mulai Mencairkan Tunjangan Insentif


Untuk waktu pencairan, kapan guru penerima tunjangan insentif bisa datang ke bank penyalur untuk mencairkan tunjangan tersebut sebaiknya melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota agar kantor dapat berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak bank penyalur.

Karena bisa jadi, meski surat keterangan penerima sudah terbit tetapi pihak bank belum mendapatkan informasi terkait dengan juknis pencairan dan sebagaimana dari intern bank. Sehingga jika guru langsung mendatangi bank bisa jadi unit bank yang ditunjuk dalam surat penerima belum berani melakukan transaksi tersebut.

Tentunya hal ini akan ada perbedaan waktu antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Cara pencairan tunjangan insentif guru madrasah tahun 2021 ini setidaknya menjadi gambaran bagi guru penerima terkait bagaima mekanisme dan prosedur dalam melakukan pencairan tunjangan.

Deadline Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022 Diundur Oktober

Deadline Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022 Diundur Oktober

Batas akhir atau deadline penyampaian Evaluasi Diri Madrasah (EDM) Tahun 2021 dan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM) Tahun Anggaran 2022, yang semula tanggal 30 September diundur menjadi 22 Oktober 2022. Kepastian terkait perubahan deadline penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022 tersebut disampaikan Dirjen Pendis Kemenag melalui Surat Edaran tertanggal 29 Septemebr 2021.


Semula, berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: B-2963.2/DJ.I/HM.01/09/2021 tanggal 13 September 2021 tentang Pemutakhiran Evaluasi Diri Madrasah (EDM) Tahun 2021 dan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM) Tahun Anggaran 2022, madrasah diberi batas waktu hingga paling akhir 30 September untuk menyampaikan EDM 2021 dan RKAM Tahun Anggaran 2022. 


Sebagian madrasah merasa jika batas waktu yang diberikan terlalu singkat. Pun dengan berbagai dinamika dan  kendala yang terjadi di lapangan. 

Deadline Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2021

Baca Juga: Download Panduan Penggunaan e-RKAM


Deadline Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022, 22 Oktober 2021


Akhirnya Dirjen Pendis menerbitkan surat edaran bernomor B-3251.1/DJ.I/Dt.I.I/HM.01/09/2021, tentang Perubahan Batas Waktu dan Teknis Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022


Melalui surat tersebut Dirjen Pendis Kemenag memberikan toleransi batas waktu. Yang semula madrasah harus sudah menyampaikan EDM 2021 dan RKAM 2021 paling akhir pada tanggal 30 September diundur menjadi 22 Oktober 2021.


Pada point pertama surat edaran tersebut disebutkan, bahwa:


Seluruh madrasah tentang perubahan ketentuan batas waktu penyelesaian EDM 2021 dan RKAM 2022 yang semula paling lambat 30 September 2021 diubah menjadi paling lambat 22 Oktober 2021 Pukul 24.00 WIB.


Pengunduran waktu penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022, tentu menjadi angin segar bagi madrasah. Karena kedua hal tersebut akan menjadi salah satu syarat pencairan BOS Madrasah tahun 2022.


Baca : Template RKAM dan Format Syarat Pencairan BOS 2021


Teknis Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2021


Selain terkait dengan pengunduran deadline, surat edaran yang dikeluarkan pada tanggal 29 September tersebut juga mengatur tentang cara dan teknis penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022. 


Hal ini terutama terkait dengan kondisi madrasah yang mana sebagian telah mengikuti Bintek EDM dan e-RKAM sedangkan sebagian lagi belum.


Bagi madrasah yang sudah mengikuti bintek EDM dan e-RKAM, dalam penyusunan EDM maupun RKAM harus menggunakan aplikasi e-RKAM sebagaimana pada laman: https://erkam.kemenag.go.id/. Sedangkan bagi madrasah yang belum mendapatkan bintek, penyusunannya menggunakan file excel yang hasilnya diunggah ke laman Portal BOS.


Hal ini ditegaskan dalam poin kedua dan ketiga surat edaran tersebut.


2. Seluruh madrasah yang sudah menjadi peserta Bimtek EDM dan e-RKAM wajib menggunakan aplikasi e-RKAM dalam penyelesaian EDM 2021 dan RKAM 2022 pada laman: https://erkam.kemenag.go.id/


3. Madrasah swasta penerima BOS tahun anggaran 2021 yang belum menjadi peserta Bimtek EDM dan e-RKAM tetapi sudah mempunyai akun di portal BOS, penyampaian file EDM dan RKAM dilakukan melalui portal BOS.


Selengkapnya terkait surat edaran Nomor B-3251.1/DJ.I/Dt.I.I/HM.01/09/2021, tentang Perubahan Batas Waktu dan Teknis Penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2022 bisa membaca atau langsung mengunduh melalui tautan di bawah gambar.


Dengan diberikannya tambahan waktu sehingga deadline penyampaian EDM 2021 dan RKAM 2021 diundur madrasah akan memiliki waktu lebih lama untuk menyusun EDM maupun RKAM yang baik, tepat, dan bermanfaat.

23 Sep 2021

Daftar Pekerjaan Proktor Sebelum, Saat dan Paska Asesmen Nasional

Daftar Pekerjaan Proktor Sebelum, Saat dan Paska Asesmen Nasional

Untuk memastikan Asesmen Nasional berjalan dengan lancar tanpa kendala, proktor dan teknisi memastikan daftar pekerjaan proktor sebelum, saat, maupun setelah Asesmen Nasional berlangsung telah dilakukan dengan benar. Ceklis daftar pekerjaan proktor ini sekaligus menjadi kontrol prosedur persiapan dan pelaksanaan Asesmen Nasional. 


Apalagi bagi madrasah yang akan segera melaksanakan Asesmen Nasional. Dimana untuk jenjang Madrasah Aliyah, bersama dengan SMA sederajat akan menggelar Asesmen Nasional besok tanggal 27-30 September 2021. Disusun dengan jenjang Madrasah Tsanawiyah, bersama jenjang SMP sederajat yang menggelarnya pada 4-7 Oktober 2021.


Sedang untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, bersama sekolah dasar akan dilaksanakan dalam dua gelombang yaitu 8-11 November 2021 (gelombang 1) dan 15-18 November 2021 (gelombang 2).

Ceklis Pekerjaan Proktor AN

Baca : Jadwal Asesmen Nasional 2021 Semua Jenjang


Ceklis Pekerjaan Proktor AN Moda Online


Untuk memastikan persiapan dan pelaksanaan Asesmen Nasional telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur sebagaimana tertuang dalam POS Asesmen Nasional 2021, berikut ceklis pekerjaan proktor yang harus diperhatikan baik oleh proktor maupun teknisi AN bagi sekolah/madrasah yang menggunakan moda online (daring).


1. Tahap Persiapan

  1. Memastikan Instalasi Jaringan
  2. Memastikan koneksi internet stabil & dedicated untuk pelaksanaan asesmen (bandwith dengan rasio 12 Mbps/15 komputer klien)
  3. Memasang UPS Pada Modem/Router/Komputer Proktor
  4. Memastikan koneksi internet stabil & dedicated untuk pelaksanaan asesmen
  5. Memasang Proktor Browser Online pada Komputer Proktor
  6. Memasang Exambrowser Client pada Komputer Peserta
  7. Memastikan Komputer Proktor dan Komputer Peserta normal dan terbebas dari virus


2. Kegiatan Hari Pertama 

2.1. Sebelum Pelaksanaan Asesmen

  1. Memastikan koneksi internet stabil dan memadahi
  2. Menjalankan Proktor Browser Online pada Komputer Proktor
  3. Memasukkan ID Proktor dan Password
  4. Menyalakan Komputer Peserta, menjalankan Exambrowser Client, memastikan masuk laman login
  5. Mengedarkan Daftar Hadir Peserta (oleh pengawas) setiap sesinya


2.2. Saat Asesmen Berlangsung (Laksanakn di setiap sesi)

  1. Mengaktifkan Sesi di menu Status Tes
  2. Masuk Menu Kelompok Tes, kemudian pilih Assign All dan klik Save Changes, dan uncheck siswa yang belum hadir
  3. Rilis Token
  4. Memastikan seluruh peserta yang hadir berhasil login dan melaksanakan Asesmen
  5. Memastikan seluruh peserta yang hadir sudah menyelesaikan Asesmen (cek pada komputer proktor)
  6. Isi Berita Acara (BA), mencetak dan menandatangani


2.3. Setelah Asesmen

  1. Memindai (scan) Daftar Hadir dan Berita Acara (BA), dan mengunggah hasil pindai ke web ANBK

3. Kegiatan Hari Kedua

3.1. Sebelum Pelaksanaan Asesmen

  1. Memastikan koneksi internet stabil dan memadahi
  2. Menjalankan Proktor Browser Online pada Komputer Proktor
  3. Memasukkan ID Proktor dan Password
  4. Menyalakan Komputer Peserta, menjalankan Exambrowser Client, memastikan masuk laman login
  5. Mengedarkan Daftar Hadir Peserta (oleh pengawas) setiap sesinya


2.2. Saat Asesmen Berlangsung (Laksanakan di Setiap Sesi)

  1. Mengaktifkan Sesi di menu Status Tes
  2. Masuk Menu Kelompok Tes, kemudian pilih Assign All dan klik Save Changes, dan uncheck siswa yang belum hadir
  3. Rilis Token
  4. Memastikan seluruh peserta yang hadir berhasil login dan melaksanakan Asesmen
  5. Memastikan seluruh peserta yang hadir sudah menyelesaikan Asesmen (cek pada komputer proktor)
  6. Isi Berita Acara (BA), mencetak dan menandatangani


2.3. Setelah Asesmen

  1. Memindai (scan) Daftar Hadir dan Berita Acara (BA), dan mengunggah hasil pindai ke web ANBK


Ceklis Pekerjaan Proktor AN Moda Semionline


Bagi sekolah dan madrasah yang menggunakan moda semionline, berikut ceklis pekerjaan yang harus diperhatikan baik oleh proktor maupun teknisi AN.

1. Tahap Persiapan
  1. Memastikan Instalasi Jaringan
  2. Memasang UPS pada Komputer Proktor
  3. Memastikan koneksi internet stabil
  4. Instalasi VHD Fresh ANBK versi 13.0.0.1 dan Proktor Browser Semi Online pada Komputer Proktor
  5. Melakukan Pembaharuan/Patching dan Registrasi (Submit) ID Proktor sesuai petunjuk pada Web ANBK
  6. Melakukan Sinkronisasi Data sesuai petunjuk sinkronisasi pada web ANBK
  7. Copy VHD Hasil Sinkronisasi
  8. Memasang Transfer Respons (TR)
  9. Memasang Exambrowser Client pada Komputer Peserta
  10. Memastikan Komputer Proktor dan Komputer Peserta normal dan terbebas dari virus

2. Kegiatan Hari Pertama
2.1. Sebelum Pelaksanaan Asesmen
  1. Pastikan Flashdisk Transfer Respons (TR) masih terpasang dan aktif untuk sharing
  2. Menyalakan Komputer Proktor
  3. Menjalankan VM lewat Proktor Browser Semi Online
  4. Login CBT Sync dan memastikan status AKTIF
  5. Menyalakan Komputer Peserta, menjalankan Exambrowser Client, memastikan masuk laman login
  6. Mengedarkan Daftar Hadir Peserta (oleh pengawas) setiap sesinya

2.2. Saat Asesmen Berlangsung (Laksanakan di Setiap Sesi)
  1. Mengaktifkan Sesi di menu Status Tes
  2. Masuk Menu Kelompok Tes, kemudian pilih Assign All dan klik Save Changes, dan uncheck siswa yang belum hadir
  3. Rilis Token
  4. Memastikan seluruh peserta yang hadir berhasil login dan melaksanakan Asesmen
  5. Memastikan seluruh peserta yang hadir sudah menyelesaikan Asesmen (cek pada komputer proktor)
  6. Upload hasil peserta dan memastikan seluruh hasil jawaban peserta berhasil terupload
  7. Cetak Laporan pelaksanaan dan menandatangani
  8. Isi Berita Acara (BA), mencetak dan menandatangani
  9. Backup data (source), simpan ke Flashdisk / HDD Eksternal

2.3. Setelah Asesmen
  1. Copy VHD hasil Asesmen, dan backup (.source) ke HDD Eksternal
  2. ZIP File hasil Transfer Respons (TR) dan memindahkan ke HDD Eksternal
  3. Memindai (scan) Daftar Hadir dan Berita Acara (BA), dan mengunggah hasil pindai ke web ANBK

3. Kegiatan Hari Kedua
3.1. Sebelum Pelaksanaan Asesmen
  1. Pastikan Flashdisk Transfer Respons (TR) masih terpasang dan aktif untuk sharing
  2. Menyalakan Komputer Proktor
  3. Menjalankan VM lewat Proktor Browser Semi Online
  4. Login CBT Sync dan memastikan status AKTIF
  5. Menyalakan Komputer Peserta, menjalankan Exambrowser Client, memastikan masuk laman login
  6. Mengedarkan Daftar Hadir Peserta (oleh pengawas) setiap sesinya

3.2. Saat Asesmen Berlangsung (Laksanakan di Setiap Sesi)
  1. Mengaktifkan Sesi di menu Status Tes
  2. Masuk Menu Kelompok Tes, kemudian pilih Assign All dan klik Save Changes, dan uncheck siswa yang belum hadir
  3. Rilis Token
  4. Memastikan seluruh peserta yang hadir berhasil login dan melaksanakan Asesmen
  5. Memastikan seluruh peserta yang hadir sudah menyelesaikan Asesmen (cek pada komputer proktor)
  6. Upload hasil peserta dan memastikan seluruh hasil jawaban peserta berhasil terupload
  7. Cetak Laporan pelaksanaan dan menandatangani
  8. Isi Berita Acara (BA), mencetak dan menandatangani
  9. Backup data (source), simpan ke Flashdisk / HDD Eksternal

3.3. Setelah Asesmen
  1. Copy VHD hasil Asesmen, dan backup (.source) ke HDD Eksternal
  2. ZIP File hasil Transfer Respons (TR) dan memindahkan ke HDD Eksternal
  3. Memindai (scan) Daftar Hadir dan Berita Acara (BA), dan mengunggah hasil pindai ke web ANBK

Ceklis dalam format PDF dapat diunduh melalui tombol di bawah ini.


Dengan daftar pekerjaan proktor sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan AN ini membantu persiapan dan pelaksanaan Asesmen Nasional agar berlangsung sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan lewat POS AN maupun Juknis Pelaksanaan AN.

22 Sep 2021

Daftar Hari Libur Nasional 2022

Daftar Hari Libur Nasional 2022

Daftar hari libur nasional tahun 2022 telah ditetapkan. Total, selama tahun 2022 akan terdapat 16 hari libur nasional. Demikian diumumkan oleh Menko PMK, Muhadjir Effendy, dalam konferensi virtual, Rabu (22/9/2021).


Penetapan hari libur nasional tahun 2022 tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2022. Hasil rakor kemudian dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri. Adalah SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri PANRB Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021, Nomor 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022.


Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy tersebut dihadiri juga oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, dan Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo.

Daftar Hari Libur Nasional 2022


Yang menarik, dalam penetapan hari libur nasional tahun 2022 ini tidak satupun menyertakan libur cuti bersama. Penetapan cuti bersama 2022 mempertimbangkan kondisi COVID-19.


"Untuk cuti bersama tahun 2022 akan ditetapkan kemudian dengan mempertimbangkan pertimbangkan COVID-19," kata Menko PMK Muhadjir Effendy sebagaimana dilansir Ayo Madrasah dari laman detik.com.


Baca : Kalender Pendidikan Madrasah 2021/2022 Dirjen Pendis


Daftar Hari Libur Nasional Tahun 2022


Selengkapnya daftar hari libur nasional tahun 2022 sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah adalah sebagai berikut:

  1. 1 Januari (Sabtu) : Tahun Baru Masehi
  2. 1 Februari (Selasa) : Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili
  3. 28 Februari (Senin) : Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
  4. 3 Maret (Kamis) : Hari Suci Nyepi
  5. 15 April (Jumat) : Wafat Isa Al Masih
  6. 1 Mei (Minggu) : Hari Buruh Internasional
  7. 2-3 Mei (Senin-Selasa) : Hari Raya Idul Fitri 1443 H
  8. 16 Mei (Senin) : Hari Raya Waisak 2566 BE
  9. 26 Mei (Kamis) : Kenaikan Isa Almasih
  10. 1 Juni (Rabu) : Hari Lahir Pancasila
  11. 9 Juli (Sabtu) : Hari Raya Idul Adha 1443 H
  12. 30 Juli (Sabtu) : Tahun Baru Islam 1444 H
  13. 17 (Agustus) : Rabu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
  14. 8 (Oktober) : Sabtu Maulid Nabi Muhammad SAW
  15. 25 (Desember) : Minggu Hari Raya Natal


Bagi madrasah dan dunia pendidikan lainnya, penetapan hari libur nasional menjadi hal yang penting. Terutama dalam penyusunan kalender pendidikan dan perencanaan kegiatan-kegiatan di madrasah lainnya. 

Sebagaimana jamak terjadi, setiap madrasah telah menyusun kalender pendidikan tahun 2021/2022 untuk lembaganya masing-masing. Biasanya, khusus untuk hari-hari libur di tahun 2022 baru ditulis sebagai perkiraan belaka. Setelah pemerintah menetapkan daftar hari libur nasional tahun 2022, barulah dilakukan pembenahan terhadap kalender pendidikan jika terdapat hari-hari libur yang berbeda dengan penetapan pemerintah. Mungkin juga beberapa kegiatan-kegiatan lainnya.

21 Sep 2021

Surat Pemberitahuan Isi Pendataan AKMI Tahap 2

Surat Pemberitahuan Isi Pendataan AKMI Tahap 2

Dirjen Pendis Kemenag kembali merilis Surat Pemberitahuan terkait pendataan AKMI 2021. Jika sebelumnya, 10 September 2021, menerbitkan Surat Pemberitahuan Pengisian Pendataan AKMI Tahap 1, maka pada pada tanggal 21 September 2021, terbit kembali Pemberitahuan Pengisian Pendataan AKMI Tahap 2.


Adalah surat Dirjen Pendis dengan nomor B-3074/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/09/2021 perihal Pemberitahuan Pengisian Pendataan AKMI Tahap 2. Surat tertanggal 21 September 2021 ini ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi C.q. Kabid Pendidikan Madrasah/Pendis di seluruh Indonesia. Di bagian akhir disebutkan bahwa Pemberitahuan ini agar dapat disebarluaskan kepada madrasah dimaksud serta diminta bantuan Saudara untuk memastikan proses pengisian data madrasah dilakukan sesuai ketentuan di atas.


Yang dimaksud tahap 2 dalam perihal surat ini adalah Pendataan Tahap ke-2. Bukan lah madrasah-madrasah pelaksana AKMI Tahap ke-2. Jadi madrasah yang harus melakukan pendataan tetaplah Madrasah Ibtidaiyah yang mengikuti AKMI di tahun 2021 sebagaimana daftar madrasah pelaksana yang telah dibagikan sebelulumnya. Hal ini bisa dilihat dari daftar madrasah yang diharuskan mengisi pendataan identik sama dengan daftar yang terdahulu.

Pendataan Tahap 2 AKMI


Disebutkan dalam surat, madrasah yang menjadi pelaksana Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) diwajibkan melakukan pengisian pendataan AKMI tahap 2. Adapun daftar madrasah dimaksud disertakan link menuju Google Sheet yang berisikan daftar 12.809 Madrasah Ibtidaiyah pelaksana AKMI 2021. Sekali lagi, daftar dalam Google Sheet ini sama persis dengan daftar sebelumnya yang dibagikan melalui surat pemberitahuan Pengisian Pendataan AKMI Tahap 1. Baca : AKMI 2021 Diikuti 50% MI Se-Indonesia, MTs dan MA Kapan?


Daftar madrasah pelaksana AKMI 2021 dapat dilihat melalui link berikut ini https://bit.ly/MadrasahAKMI2021


Terdapat lima poin terkait pendataan tahap ke-2 akmi 2021 ini. Pertama, madrasah pelaksana AKMI diwajibkan melakukan pendataan tahap ke-2 melalui laman PD-AKMI (Pangkalan Data Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia) yang beralamat di https://pdakmi.kemenag.go.id.


Akses login ke PD-AKMI dengan menggunakan NSM masing-masing sebagai username. Sedang untuk password awal login dapat ditentukan sendiri dan aplikasi akan menyimpan password tersebut untuk login berikutnya.


Setelah berhasil login dan masuk ke aplikasi PD-AKMI madrasah melengkapi data-data yang meliputi tim madrasah dan data lembaga. Juga melakukan SYNC EMIS untuk mendapatkan data siswa.


Dalam poin ke 1c disebutkan bahwa, melengkapi data, silahkan SYNC EMIS untuk mendapatkan data siswa. Pelaksanaan AKMI tahun 2021 hanya untuk kelas 5 MI. Jika data siswa belum lengkap, silahkan melengkapi data siswa di portal EMIS.


Terkait tata cara dan panduan mengisi PD-AKMI 2021 ini sudah pernah diuraikan secara mendetail dalam artikel Ayo Madrasah sebelumnya. Baca, Cara Mengisi Aplikasi Pangkalan Data AKMI (PD AKMI) 2021


Selain itu, sebagaimana bunyi poin 2 dan 3 surat pemberitahuan ini, panduan resmi dalam bentuk video tutorial dapat dilihat pada link di halaman login PD-AKMI. Panduan akses madrasah dapat dilihat pada link video tutorial yg ada pada halaman login aplikasi. Jika mengalami hambatan dalam melakukan pendataan ini, silahkan menghubungi HD Kabupaten/Kota dan HD Provinsi masing-masing.


Poin ke-4 dan 5 surat ini terkait dengan tahap penetapan Data Nominatif Sementara (DNS) dan Data Nominatif Tetap (DNT). Data Nominatif Sementara (DNS) akan dikeluarkan pada tanggal 2 Oktober 2021. Sehingga bagi madrasah yang masih ada kesalahan atau kekurangan data siswa kelas 5 dapat segera melakukan pembaharuan data melalui EMIS. Silahkan memperbaharui data siswa yang belum lengkap di portal EMIS.


Sedangkan untuk Data Nominatif Tetap (DNT) akan dikeluarkan pada tanggal 9 Oktober 2021.


Surat secara lengkap dapat dibaca dan diunduh dengan mengklik tombol di bawah ini.


Baca Juga: Persamaan dan Perbedaan ANBK dan AKMI


Demi kesuksesan dan kelancaran pelaksanaan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) Tahun 2021, kesemua madrasah pelaksana AKMI agar segera melaksanakan isi Surat Pemberitahuan Pengisian Pendataan AKMI Tahap 2 dengan melakukan pengisian data melalui laman PD-AKMI sebagaimana dimaksud.